Blok Sanga-Sanga Dioperatori Baru oleh Pertamina

08 August 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. SKK Migas
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Kutai Kertanegara - Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyerahkan pengelolaan wilayah kerja (WK) Migas Sanga-Sanga kepada operator baru yaitu Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), anak usaha PT Pertamina (Persero) pada hari Selasa, (07/08/2018) di Lapangan Badak, Kalimantan Timur.

Wilayah Kerja Sanga-Sanga sebelumnya dikelola oleh Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Virginia Indonesia Co. (VICO), perusahan minyak asal Amerika Serikat. Penyerahan pengelolaan WK dilaksanakan setelah kontrak operator VICO berdasarkan production sharing contract WK Sanga-Sanga berakhir pada 7 Agustus 2018.

Penyerahan WK Sanga-Sanga ke PHSS akan diikuti oleh proses penyelesaian hak dan kewajiban, terutama terkait kesepakatan clean and clear settlement keuangan, pajak, over under lifting, inventory dan capital asset.

Penyerahan WK Sanga-Sanga secara simbolis dilakukan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi kepada Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, disaksikan Direktur PHSS, Andi Wisnu dan CEO VICO Tumbur Parlindungan.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, bahwa sebelum WK Sanga-Sanga berakhir, VICO telah menyelesaikan seluruh komitmen finansial mulai dari signature bonus, production bonus, sampai dengan pencadangan dana abandonment and site restoration.

Untuk menjaga kontinuitas operasional WK Sanga-Sanga pasca 7 Agustus 2018, SKK Migas, PHSS, dan VICO telah melakukan finalisasi untuk mirroring kontrak pengadaan yang ada di WK Sanga-Sanga.

Wilayah kerja Sanga-Sanga memiliki tujuh lapangan yaitu Badak, Beras, Lampake, Nilam, Mutiara, Pamaguan, dan Semberah. Data pada akhir Juli 2018 produksi minyak dan kondesat WK Sanga-Sanga adalah 10.753 barel minyak per hari (bopd) dan gas 80,7 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

"Keberhasilan alih kelola WK Sanga-Sanga akan menjadi pembuktian Pertamina sebagai sebuah perusahaan migas kelas dunia. Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung untuk mewujudkan tujuan ini,” tutup Amien.

Sementara itu, SVP Upstream Strategic Planning, Portfolio & Evaluation Pertamina Hulu Meidawati menyatakan, Blok Sanga Sanga  masih memiliki  potensi untuk digarap Pertamina dengan tetap mempertahankan produksi, mengembangkan teknologi dan mencari cadangan baru.

“Kami akan menjaga produksinya sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga mandat pemerintah. Nantinya dalam pengoperasiannya,  WK Sanga Sanga akan diintegrasikan lapangan Pertamina di sekitarnya seperti di Pertamina EP dan Blok Mahakam, sehingga bisa lebih efisien baik dalam menggunakan fasilitas dan biaya,”kata Meidawatipertamina.com.

Blok Sanga Sanga diperkirakan masih memiliki estimasi kumulatif prduksi sebesar 258 juta barel setara minyak (MMBOE). Dengan kondisi lapangan yang sudah tua, pemerintah berharap Pertamina bisa menahan laju penurunan produksi dan telah menganggarkan investasi untuk melalukan pengeboran 2 sumur di tahun 2018 dan 29 sumur di tahun 2019. Adapun komitmen pasti investasi Pertamina selama 3 tahun pertama sebesar US$237 juta.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

5 Arahan Presiden Joko Widodo Terkait Peningkatan Devisa di Sektor ESDM

migas review MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (14/08/2018). Dalam ratas tersebut, Presiden Jokowi memberi beberapa arahan terkait program peningkatan…