Donggi Senoro LNG Pasok Kondensat untuk Kebutuhan Domestik

09 August 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) memperkuat pasokan kondensat ke domestik melalui penandatanganan kesepakatan jual beli dengan konsorsium PT Titis Sampurna dan PT Surya Mandala Sakti.

"Kami bangga dapat melanjutkan komitmen untuk memperkuat pasokan kondensat domestik, dalam hal ini untuk dimanfaatkan sebagai feed stock bagi industri petrokimia di dalam negeri," ujar Direktur Operasi DSLNG Kurniawan Rahardjo saat penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Rabu (08/08/2018).

Melalui kontrak tersebut, DSLNG melanjutkan memasok kondensat dengan volume 800.000 barrel per tahun untuk jangka waktu tiga tahun sampai tahun 2021 kepada konsorsium PT Titis Sampurna dan PT Surya Mandala Sakti dengan pengguna akhir adalah PT Chandra Asri Petrochemical.

"Kami mengapresiasi seluruh perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini maupun sebagai end user, semoga kelanjutan kerja sama ini bisa bermanfaat untuk semua,” ujar Kurniawan.

DSLNG mulai memproduksi kondensat di tahun 2015. Kondensat merupakan hasil samping dari proses pengolahan gas menjadi gas alam cair di kilang Donggi Senoro LNG yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Kilang LNG Donggi Senoro menerima pasokan gas dari dua produsen hulu yaitu JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (PMTS) yang mengelola lapangan gas Senoro dan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) yang mengelola lapangan gas Donggi dan Matindok.

Direktur Urusan Korporasi DSLNG Aditya Mandala mengemukakan, bahwa kilang LNG Donggi-Senoro menjadi proyek pertama di Indonesia yang menggunakan skema bisnis hilir yang memisahkan produksi gas di hulu dengan pengolahan LNG di hilir.

“Skema bisnis hilir memungkinkan optimalisasi penerimaan negara sebab biaya pembangunan kilang tidak membebani cost recovery,” ujar Aditya.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Aturan B20 Sedang Digodok

migas review MigasReview, Jakarta - Pemerintah saat ini tengah menggodok Peraturan Presiden tentang penggunaan bauran minyak sawit dengan bahan bakar solar sebesar 20 persen atau B20. "Salah satu comparative advantage yang kita punya adalah Crude Palm Oil (CPO),…