MigasReview, Jakarta - PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG)
memperkuat pasokan kondensat ke domestik melalui penandatanganan kesepakatan
jual beli dengan konsorsium PT Titis Sampurna dan PT Surya Mandala Sakti.
"Kami bangga
dapat melanjutkan komitmen untuk memperkuat pasokan kondensat domestik, dalam
hal ini untuk dimanfaatkan sebagai feed stock bagi industri petrokimia di dalam
negeri," ujar Direktur Operasi DSLNG Kurniawan Rahardjo saat
penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Rabu (08/08/2018).
Melalui kontrak tersebut, DSLNG melanjutkan memasok
kondensat dengan volume 800.000 barrel per tahun untuk jangka waktu tiga tahun
sampai tahun 2021 kepada konsorsium PT Titis Sampurna dan PT Surya Mandala
Sakti dengan pengguna akhir adalah PT Chandra Asri Petrochemical.
"Kami
mengapresiasi seluruh perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini maupun
sebagai end user, semoga kelanjutan kerja sama ini bisa bermanfaat untuk semua,”
ujar Kurniawan.
DSLNG mulai memproduksi kondensat di tahun 2015. Kondensat
merupakan hasil samping dari proses pengolahan gas menjadi gas alam cair di kilang Donggi Senoro LNG yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Kilang LNG Donggi Senoro menerima pasokan gas dari dua
produsen hulu yaitu JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (PMTS) yang
mengelola lapangan gas Senoro dan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP)
yang mengelola lapangan gas Donggi dan Matindok.
Direktur Urusan Korporasi DSLNG Aditya Mandala mengemukakan,
bahwa kilang LNG Donggi-Senoro menjadi proyek pertama di Indonesia yang
menggunakan skema bisnis hilir yang memisahkan produksi gas di hulu dengan
pengolahan LNG di hilir.
“Skema bisnis hilir
memungkinkan optimalisasi penerimaan negara sebab biaya pembangunan kilang
tidak membebani cost recovery,” ujar Aditya.

Komentar