Investor Amerika Serikat Minati Bisnis Panasbumi di Indonesia

25 April 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti/MigasReview
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Ketua Delegasi Amerika Serikat Brian McFeeters menyaksikan penandatanganan kesepakatan Business to Business (B-to-B) antara PT PLN (persero) dengan Halliburton. Kesepakatan ini terkait pengembangan sumber daya panasbumi di Indonesia.

"Penandatangan kesepakatan ini menandai peningkatan kerjasama ekonomi antara kedua negara berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Di samping itu, ini juga menjadi bukti bahwa investasi di sektor energi baru terbarukan diminati investor," tegas Jonan, Jum'at (21/04/2017).

PT PLN dan Halliburton sepakat akan mengembangkan wilayah kerja panasbumi milik PLN termasuk potensi investasi dari Amerika Serikat. Sebelumnya, pada Februari lalu, kedua perusahaan ini juga telah menandatangani kontrak senilai US$34 juta untuk pengeboran sumur panasbumi di Tulehu, Ambon, Maluku Utara, serta menyusun strategi jangka panjang untuk pengembangan panasbumi di Indonesia.

Energi Lain

Selain penandatangan tersebut, Jonan juga menyaksikan beberapa kesepakatan B-to-B bidang energi lainnya, yaitu

1. Kerja sama PLN - PowerPhase untuk pemasangan TurboPhase booster system pada PLTG. Teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi dan memperbesar output listrik yang dihasilkan.

2. Kerja sama PLN - Applied Material untuk memasang Fault Current Limiter yang dapat mengurangi Fault Current Levels di jaringan listrik Jawa Barat. Applied Materials berkeinginan untuk melakukan FS untuk teknologi ini pada gardu induk 500 Kv.

3. Kerja sama Greenbelt Resources dan Jababeka Infrastructure untuk pengembangan fasilitas waste to resource di Jababeka yang akan disebut JababECO.

4. Kerja sama NextGen dengan Pemerintah Samarinda untuk proyek low carbon waste-to-electricity.

"Penandatanganan kesepakatan ini menjadi bukti keseriusan kedua Pemerintahan untuk melakukan kerjasama riil dalam bidang ekonomi," ujar Jonan.

Kesepakatan komersial ini, diharapkan diikuti langkah konkrit Pemerintah Amerika Serikat mempercayai komitmen Pemerintah Indonesia di bidang invetasi.

"Kerja sama ini menunjukkan komitmen Amerika Serikat dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi serta meningkatkan posisi Amerika di Indonesia dalam bidang ekonomi," kata Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pemerintah Terus Dukung Pertamina Jadi Top Oil Company Dunia

migas review MigasReview, Jakarta - Pemerintah terus mendukung PT Pertamina (Persero) menjadi badan usaha yang mampu bersaing di level dunia. Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan, Pemerintah terus membantu…