Country Manager NetApp Indonesia Ana Sopia

Peran Penting Data dalam Industri Minyak dan Gas

24 July 2017, Editor Anovianti Muharti

Country Manager NetApp Indonesia Ana Sopia
Country Manager NetApp Indonesia Ana Sopia
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

Anjloknya harga minyak dunia dan membuat perusahaan minyak dan gas di seluruh dunia  harus mencari cara untuk menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional agar tetap bisa bertahan di kondisi ini. Di Indonesia, kondisi ini telah memengaruhi industri minyak dan gas dengan menurunnya investasi di sektor ini, menurut Indonesian Petroleum Association (IPA). Hal ini diperkuat oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang menemukan bahwa nilai investasi dalam sektor hulu minyak dan gas menurun dari tahun ke tahun dari US$ 15,34 miliar pada 2015 menjadi US$11,02 miliar di 20161.

Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor-faktor utama yang mungkin memengaruhi efisiensi operasional. Pengelolaan data adalah sebuah bagian penting dalam menjalankan operasi minyak dan gas.

IDC memprediksi pada tahun 2020, akan ada sebanyak 888 exabytes data yang digunakan di industri minyak dan gas, naik 17 kali lipat dari saat ini yang hanya 52 exabytes (IDC,2015). Setiap 30.000 mile pipa pengangkut minyak akan menghasilkan data sebesar 17 TB setiap harinya, padahal panjang pipa yang ada di dunia ini diperkirakan sekitar 2 juta mile (GE, 2015). Oleh karena itu, implementasi dari big data analytics dibutuhkan lebih dari sebelumnya untuk memastikan operasi yang lebih efisien dan hemat biaya.

Contoh kasus dari penggunaan data ini adalah penggunaan data analytic yang dihasilkan dari berbagai sensor yang tersedia untuk menemukan deposit hidrokarbon baru. Identifikasi yang akurat dari lokasi potensial untuk pengeboran minyak akan menghemat banyak biaya operasional.

Kelebihan dari penggunaan penyimpanan data digital (digital data storage) dan teknologi manajemen data adalah sebagai berikut,

Meningkatkan nilai produksi

Analisa data membantu dalam interpretasi data geologi sekaligus memberikan wawasan penting sebelum melakukan kegiatan pengeboran dan penemuan sumur baru. Adanya hasil analisa data yang lebih baik  dapat meningkatkan jumlah produksi sebesar 6-8%2  (Bain&Company, 2014).

Dengan menggunakan algoritma yang kompleks dan machine learning, perusahaan migas bisa membuat analisa prediktif yang akan membantu mereka untuk memprediksi aset mana saja yang akan rusak atau untuk memastikan bahwa sumber daya maupun personil berada di tempat yang memang dibutuhkan. Pendekatan ini akan memastikan optimalisasi dan efisiensi.

Memungkinkan Mobilitas dan Kolaborasi Jarak Jauh

Visualisasi jarak jauh melalui cloud memungkinkan kolaborasi antara lokasi sumur pengeboran dan peneliti yang berada di area terpencil, sehingga dapat meningkatkan keamanan, kecepatan, dan akurasi dari pembuatan keputusan. Perusahaan minyak dan gas dapat menghemat hingga 63% dan meningkatkan produktivitas hingga 51% (Scoop, 2015).

All Flash storage dapat digunakan untuk visualisasi jarak jauh yang dapat diakses di kulang minyak, lintas Negara, dan bahkan di seluruh benua. Ini menciptakan cara yang lebih mudah untuk mencari insight sebelum membuat keputusan yang cepat an akurat. Misalnya, visualisasi jarak jauh ini dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menemukan peluang pengeboran baru, karena ahli geologi akan membutuhkan akses cepat dan mendekati real time ke model 3D.

Meningkatkan Keamanan dan Kendali

Data yang terpusat bisa mengurangi kebutuhan akan copy data berganda. Jika data yang harus di-copy hanya sedikit, maka resiko keamanan bisa dikurangi dan begitu juga dengan tantangan dalam menjaga kualitas data. Ini pun memungkinkan para ahli  untuk mempertahankan konsistensi data melalui ‘satu sumber kebenaran’. Perusahaan pun juga akan mengawasi dan melindungi jaringan IT menggunakan keamanan kognitif.

Mempercepat Alur Kerja

Manajemen cloud data memusatkan set data sehingga memungkinkan para ahli geologi,  dan pengambil keputusan bisnis untuk berkolaborasi menggunakan data yang sama sekaligus menghemat waktu serta menghindari kesalahan-fahaman.

Selain itu, organisasi juga bisa menggunakan layanan cloud sebagai penyimpanan data dari proyek lama karena lebih murah atau dengan kata lain sebagai penyimpanan data tier dua. Penyimpanan data tier dua yang digunakan untuk archive project harus lebih hemat dalam biaya tapi dengan kemampuan mumpuni yang bisa mengakomodasi kebutuhan pencarian data, pengambilan data, integritas, keamanan, pergerakan data, replikasi dan migrasi data dalam jangka panjang. Teknologi cloud menawarkan solusi penyimpanan data yang tahan lama dengan ketersediaan, performa serta efektifitas biaya sesuai kebutuhan penyimpanan data tier dua tersebut3.

Memastikan Kepatutan

Data terpusat akan membantu perusahaan memastikan terpenuhinya persyaratan kepatutan internasional sekaligus memberikan mereka akses ke informasi yang mereka butuhkan4. Terutama karena kepatutan data dalam hal ini berarti kemampuan perusahaan untuk mengakses kembali arsip data bahkan setelah proyek tersebut telah selesai bertahun-tahun sebelumnya saat diminta oleh otoritas pemerintah.

Teknologi yang bisa mengakomodasi berbagai kelebihan ini adalah teknologi flash karena dapat digunakan untuk menyimpan data ukuran petabyte dengan kecepatan normal yang dibutuhkan untuk mengakses informasi dengan mengurangi waktu respon server yang akan menghasilkan analisis data yang lebih baik. Hal ini tentunya penting dalam industri minyak dan gas bumi karena memperbaiki waktu penemuan lokasi pengeboran merupakan salah satu matriks bisnis utama perusahaan. Hal ini memungkinkan akses seketika ke staf serta informasi yang sangat akurat mengenai lokasi pengeboran ideal selama 24 jam seminggu.

All-flash storage juga bisa digunakan untuk visualisasi jarak jauh dan memungkinkan akses dari berbagai kilang minyak di Negara yang berbeda hingga lintas benua. Hal ini memungkinkan pengguna dengan mudah mendapatkan wawasan atau masukan agar bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat. All-flash storage jika dikombinasikan dengan kemampuan untuk memindahkan data dari on-premise ke cloud dan dari cloud ke cloud (yang memanfaatkan kemudahan dalam mengelola data dengan menggunakan antarmuka web) akan menjamin kemampuan visualisasi jarak jauh yang mulus sambil mengoptimalkan daya tahan, perlindungan, kinerja, dan bahkan penempatan fisik lintas geografi.

Tak bisa dipungkiri bahwa pengelolaan data yang cerdas menjadi sangat penting bagi industri minyak dan gas. Tentunya karena manajemen data yang cerdas memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan pintar karena diambil berdasarkan informasi yang cukup sebelum mengambil keputusan. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, menjadi penting bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi digital dan inovasi terutama untuk menjaga dan meningkatkan keunggulan mereka dalam bisnis.

 

Country Manager NetApp Indonesia Ana Sopia

 

1Laporan Tahunan SKK Migas 2016. http://skkmigas.go.id/images/upload/file/AR_SKK_MIGAS_INDO_2016.pdf  

2Big Data Analytics in Oil and Gas. Bain & Company. Insights. http://www.bain.com/publications/articles/big-data-analytics-in-oil-and-gas.aspx

3NetApp and Interica Project Archive Solution.  http://www.netapp.com/us/media/ds-3816.pdf  

4Dealing with Data Sovereignty https://vcloudproviders.vmware.com/assets/blt66e95324e77a55f8/Dealing%20with%20Data%20Sovereignty%20Whitepaper.pdf

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Penandatanganan LoI PLTB Tanah Laut 70 MW dan PLTS Bali 1-2 100 MW

migas review Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Paris, Perancis (11/12/2017) menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producers…