Energi Panasbumi Ramah Terhadap Lingkungan Sekitar

23 August 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti / Migas Review
Oppie Muharti / Migas Review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

Panasbumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, serta batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panasbumi. Sementara energi panasbumi merupakan energi yang bersumber dari panas yang terkandung dalam perut bumi dan pada umumnya berasosiasi dengan keberadaan gunung api.

Secara teknis, air yang bersumber diantaranya dari hujan akan meresap ke dalam batuan di bawah tanah hingga mencapai batuan reservoir. Air ini kemudian terpanaskan oleh magma yang menjadi sumber panas utama sehingga berubah menjadi air panas atau uap panas (fluida thermal) dengan kisaran temperatur 240o-310oC. Fluida thermal tersebut dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan cara melakukan pengeboran (drilling) dan mengalirkan fluida thermal untuk menggerakkan turbin dan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Fluida thermal selanjutnya diinjeksikan kembali ke dalam reservoir melalui sumur reinjeksi untuk menjaga keseimbangan fluida dan panas sehingga sistem panasbumi berkelanjutan. Oleh sebab itu kebutuhan air bersih untuk rumah tangga tidak akan terganggu oleh kegiatan panasbumi mengingat fluida panasbumi yang digunakan untuk pembangkitan energi listrik bukan berasal dari air permukaan melainkan berasal dari reservoir panasbumi dengan kedalaman 1.500 s.d. 2500 meter.

Kegiatan panasbumi juga harus tetap memperhatikan perlindungan lingkungan mengingat keberlangsungan panasbumi sangat bergantung pada lingkungan di sekitarnya termasuk satwa dan tumbuh-tumbuhan. Panasbumi merupakan energi yang sangat ramah lingkungan, dimana CO2 yang dihasilkan dari PLTP hanya 1,5% dari PLTU dan 2.7% dari PLTG (sumber: IGA Paper).

Adapun karakteristik umum energi panasbumi antara lain,

  • Sumber energi bersih, ramah lingkungan, dan sustainable
  • Tidak dapat diekspor, hanya dapat digunakan untuk konsumsi dalam negeri (indigenous)
  • Bebas dari risiko kenaikan (fluktuasi) bahan bakar fosil
  • Tidak tergantung cuaca, supplier, dan ketersediaan fasilitas pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan bahan bakar
  • Tidak memerlukan lahan yang luas

Ramah terhadap lingkungan menjadi salah satu karakteristik energi panasbumi yang harus digarisbawahi. Energi panasbumi bersifat ramah terhadap lingkungan, tidak hanya dalam aspek produksi tetapi juga aspek penggunaan, sehingga dampaknya berperan positif pada setiap sumber daya. Pada saat menjalankan proses pengembangan dan pembuatan, tenaga panasbumi sepenuhnya bebas dari emisi. Tidak ada karbon yang digunakan untuk produksi, kemudian seluruh prosedur juga telah bebas dari sulfur yang umumnya telah dibuang dari proses lainnya yang dilakukan. Penggunaan energi panasbumi memang tidak akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Oleh karenanya efek dari pemanasan global yang disebabkan oleh emisi dari bahan-bahan minyak akan berkurang. Dalam penggunaannya sebagai pembangkit listrik tenaga panasbumi tidak akan dibutuhkan bahan bakar minyak yang bisa menyebabkan polusi udara.

Sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Panasbumi merupakan energi ramah lingkungan yang potensinya besar dan pemanfaatannya belum optimal sehingga perlu didorong dan ditingkatkan secara terencana dan terintegrasi guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

 

sumber artikel

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Penandatanganan LoI PLTB Tanah Laut 70 MW dan PLTS Bali 1-2 100 MW

migas review Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Paris, Perancis (11/12/2017) menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producers…