FACT SHEET

Penandatanganan LoI PLTB Tanah Laut 70 MW dan PLTS Bali 1-2 100 MW

12 December 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. Kementerian ESDM
dok. Kementerian ESDM
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

  • Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Paris, Perancis (11/12/2017) menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producers (IPP) yang berasal dari Perancis.
  • Penandatangan ini dilakukan di sela-sela acara Renewable Energy Companies Committed to Climate, dalam rangkaian One Planet Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, dimana Menteri ESDM menjadi salah satu keynote speaker pada acara tesebut. Penandatangan ini juga merupakan tindak lanjut dari acara French Renewable Energy Group yang dilangsungkan di Jakarta, Februari 2017 lalu.
  • LoI yang ditandatangani meliputi,
    1. PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy PTE. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Target COD 24 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi sebesar US$ 153.738.000.
    2. PLTS Bali 1 di Kab. Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MW dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia dan PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi US$ 91.600.000.
    3. PLTS Bali 2 di Kab. Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas : 50 MW dengan pengembang Aquo Energy Indonesia Ltd. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi US$ 91.600.000.
  • Menteri ESDM memberikan apresiasi atas kerjasama Indonesia-Perancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor ketenagalistrikan ini, mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai target 23 persen pada 2025 dan berkontribusi pada aksi perubahan iklim.
  • Setelah penandatanganan LoI, dilakukan penandatanganan MoU (non-binding dan non-ekslusif LoI) antara International Finance Corporation (IFC) dengan ketiga pengembang. IFC yang berafiliasi dengan World Bank ini menyatakan komitmennya untuk mendukung pendanaan pengembangan EBT di Indonesia.
  • Penandatanganan LoI dan MoU tersebut semakin menegaskan bahwa energi terbarukan di Indonesia menarik bagi investor, baik pelaku bisnis, organisasi internasional, maupun lembaga perbankan internasional.
  • Menteri ESDM dan rombongan selanjutnya dijadwalkan mengikuti rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit di Paris, 11-13 Desember 2017 sebagai peringatan dua tahun atas ditandatanganinya Perjanjian Perubahan Iklim Paris Agreement serta meninjau kembali komitmen dan implementasi kesepakatan global tersebut.

 

Paris, 11 Desember 2017

esdm.go.id

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia

migas review Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (PT Inalum) melakukan penandatanganan Perjanjian Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kementerian Keuangan, Jum'at…