- Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rangkaian kunjungan kerja
ke Paris, Perancis (11/12/2017) menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit
listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power
Producers (IPP) yang berasal dari Perancis.
- Penandatangan ini dilakukan di sela-sela acara Renewable Energy Companies Committed to
Climate, dalam rangkaian One Planet
Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, dimana Menteri ESDM menjadi salah
satu keynote speaker pada acara tesebut. Penandatangan ini juga merupakan
tindak lanjut dari acara French
Renewable Energy Group yang dilangsungkan di Jakarta, Februari 2017 lalu.
- LoI yang ditandatangani meliputi,
- PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy PTE. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Target COD 24 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi sebesar US$ 153.738.000.
- PLTS Bali 1 di Kab. Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MW dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia dan PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi US$ 91.600.000.
- PLTS Bali 2 di Kab. Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas : 50 MW dengan pengembang Aquo Energy Indonesia Ltd. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi US$ 91.600.000.
- Menteri ESDM memberikan apresiasi atas kerjasama
Indonesia-Perancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor
ketenagalistrikan ini, mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di
Indonesia dalam mencapai target 23 persen pada 2025 dan berkontribusi pada aksi
perubahan iklim.
- Setelah penandatanganan LoI, dilakukan penandatanganan MoU (non-binding dan non-ekslusif LoI) antara
International Finance Corporation (IFC) dengan ketiga pengembang. IFC yang
berafiliasi dengan World Bank ini menyatakan komitmennya untuk mendukung
pendanaan pengembangan EBT di Indonesia.
- Penandatanganan LoI dan MoU tersebut semakin menegaskan
bahwa energi terbarukan di Indonesia menarik bagi investor, baik pelaku bisnis,
organisasi internasional, maupun lembaga perbankan internasional.
- Menteri ESDM dan rombongan selanjutnya dijadwalkan mengikuti
rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit di Paris, 11-13 Desember 2017 sebagai peringatan
dua tahun atas ditandatanganinya Perjanjian Perubahan Iklim Paris Agreement serta meninjau kembali
komitmen dan implementasi kesepakatan global tersebut.
Paris, 11 Desember 2017

Komentar