Dinamika Permintaan LNG Dominan di Wilayah Asia

21 August 2017, Editor Anovianti Muharti

facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta – Penurunan harga minyak mentah dan perlambatan ekonomi telah mempengaruhi sektor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) secara global, sehingga menimbulkan tekanan terhadap harga LNG. Akan tetapi, kebutuhan gas untuk perekonomian dan energi akan terus meningkat, baik sebagai tenaga listrik (energi sekunder), maupun industri yang menggunakan bahan baku atau bahan bakar gas.

Vice President Singapore Exchange (SGX) Jin Yu Cheong mengatakan, Asia akan terus menjadi wilayah permintaan yang dominan untuk LNG, karena dinamika pertumbuhan (permintaan) LNG yang menarik bermunculan di wilayah ini (Asia).

Berikut penuturannya kepada MigasReview.com

---

Apa dampaknya terhadap harga gas secara global?

Berbagai kontrak LNG jangka panjang cenderung dihargai berdasarkan formula yang berkaitan dengan minyak, dan karenanya akan terdampak oleh pergerakan harga minyak. Meski begitu, dinamika penentuan harga spot LNG didorong oleh suplai dan permintaan dalam pasar yang mendasarinya, dan karenanya akan lebih sedikit (atau tidak sama sekali) terdampak oleh perubahan harga minyak. Pemutusan inilah alasan pasar LNG memerlukan indeks spot yang mencerminkan fundamental pasar LNG secara akurat. Rangkaian indeks Sling SGX memberikan patokan harga industri yang didasarkan ada penilaian dari partisipasi pasar fisik dan transaksi fisik. Rangkaian ini mencakup penentuan harga untuk tiga lokasi kunci LNG di Asia – Asia Utara, Singapura, dan Dubai/Kuwait/India, yang merupakan salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat.

Dengan kondisi saat ini, apakah masih menarik pasar gas global, Asia khususnya?

Asia akan terus menjadi wilayah permintaan dominan untuk LNG. Pembeli reguler (biasa) LNG adalah lokasi di Asia Utara, sementara wilayah Timur Tengah/India dan Asia Tenggara tumbuh dengan cepat sebagai hub LNG karena dinamika permintaan. LNG yang harganya ditentukan secara transparan dan representatif menjadi penting untuk mempertahankan pertumbuhan pasar LNG di Asia.

Apa yang Anda harapkan dari Gas Asia Summit 2017 (GAS 2017)?

Asia Gas Summit tahun ini merupakan peluang penting bagi para peserta baik di pasar LNG Asia dan global untuk menggali dan berbagi wawasan tentang pasar yang sedang berevolusi ini. Dinamika pertumbuhan (permintaan) yang menarik bermunculan di wilayah ini dan melalui acara kolaboratif semacam inilah kita dapat bekerja sama untuk menangkap banyak peluang pertumbuhan sekaligus menavigasi berbagai tantangan ke depannya. Dengan indeks Sling dan perangkat manajemen risiko SGX untuk pasar LNG Asia, kami akan sangat tertarik mendiskusikan cara kita dapat menumbuhkan perdagangan dan aktivitas LNG lebih jauh lagi di pasar spot dengan para peserta industri.

Peran Singapura sebagai tuan rumah sekali lagi menekankan relevansi kami yang semakin besar di LNG Asia – lebih dari 25 pedagang LNG berada di sini dan lebih dari 50% suplai LNG global melewati area ini setiap tahunnya. SGX merasa bangga dapat mendukung peran Singapura yang lebih luas sebagai hub LNG regional.

 

Artikel Terkait

Kebutuhan Gas Akan Terus Meningkat

Tantangan Distribusi Gas di Negara Kepulauan

Pemerintah Indonesia Mengharapkan Keterlibatan Investor untuk Bangun Infrastruktur Gas dan LNG 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Ubah Tenaga Angin Jadi Energi Berkelanjutan

migas review MigasReview, Jakarta - Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan dalam membangun infrastruktur terutama bidang kelistrikan. Energi terbarukan bisa memainkan peranan dalam memecahkan masalah kekurangan pasokan…