Pemerintah Lakukan Kajian B20 di PT KAI

02 November 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
3

MigasReview, Bali - Saat ini Pemerintah sedang mengembangkan kajian B20 di PT KAI (Persero) untuk mendukung pelaksanaan mandatori biodiesel. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam Pertemuan Komite Pengarah BPDP Kelapa Sawit dengan Seluruh Pemangku Kepentingan Sektor Kelapa Sawit Nasional di Bali (Rabu, 01/11/2017).

"Pelaksanaan kebijakan mandatori biodiesel saat ini tetap berjalan dengan baik. Pengadaan Biodiesel sekarang ini sudah masuk tahap V untuk periode periode bulan November 2017 s.d. April 2018 dengan target volume sebesar 1.407.778 kiloliter (kl) dan kapasitas terpasang sebesar 12,06 juta kl/tahun. Pemerintah terus melakukan upaya untuk mendukung pelaksanaan mandatori biodiesel," tutur Rida.

Dia mengungkapkan, bahwa tahun ini Ditjen EBTKE telah melakukan Kajian Penggunaan B20 pada Komponen dan Sistem Bahan Bakar pada Lokomotif dan Genset PT KAI. Melalui kajian tersebut, diperoleh beberapa rekomendasi antara lain agar dilakukan rail test untuk mendapatkan data komprehensif pengaruh penggunaan B20 pada sistem bahan bakar lokomotif CC205 dan CC206 serta memasang alat ukur tekanan sebelum dan sesudah filter agar dapat menetapkan dengan benar waktu penggantian filter.

PT KAI juga dianjurkan untuk menggunakan hose yang terbuat dari material yang kompatibel dengan biodiesel, melakukan perbaikan dan modifikasi infrastruktur untuk keperluan penanganan dan penyimpanan bahan bakar untuk mewujudkan best practice, serta memilih injektor yang rumah dan jarumnya terbuat dari material dan sistem perlindungan permukaan yang sama dengan injektor otomotif.

Pengujian rail test sendiri terdiri dari uji kualitas bahan bakar dan pelumas, uji kinerja mesin, dan uji emisi. Lokomotif yang diujikan adalah tipe CC205 (EMD) dengan 1 unit B0 dan 1 unit B20 serta tipe CC206 (GE) dengan 1 unit B0 dan 1 unit B20. Rute rail test meliputi Tanjung Enim - (Tiga Gajah) - Tarahan - (Kertapati) dengan rute peredaran 1 pasang lok kurang lebih 2,2 hari.

"Sebagai persiapan rail test ini, telah dilakukan pengecekan lokasi telah dilakukan untuk mengetahui supply bahan bakar dan handling bahan bakar Dipo Tarahan, Stasiun Tiga Gajah dan Dipo Tanjung Enim pada tanggal 19-20 Oktober 2017. Untuk selanjutnya akan dilakukan kunjungan lapangan yang disesuaikan dengan jadwal overhaul lokomotif oleh GE dan EMD," kata Rida.

Sementara, lanjut dia, untuk teknis pelaksanaan rail test tahun 2018 melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti PT KAI, PT Pertamina, Pertamina Patra Niaga, APROBI, PPPTMGB Lemigas, P3TKEBTKE, BPPT, ITB, BPPT, GE, EMD, Komite Teknis Bioenergi, BPDPKS, Kemenko Maritim, dibawah koordinasi Direktorat Bioenergi Ditjen EBTKE.

Selain Kajian B20 di PT KAI, Ditjen EBTKE telah menyusun Pedoman Umum Penanganan dan Penyimpanan B20 dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait yang saat ini dalam tahap proses finalisasi. Pada tahun ini, juga bekerja sama dengan Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain BPPT dengan didukung pemangku kepentingan terkait sedang melakukan kajian pemanfaatan B20 pada industri tambang dan penyusunan Petunjuk Teknis Penanganan dan Penyimpanan B20 khusus industri pertambangan.

 

Artikel Terkait

Bahan Bakar Hidrokarbon Pengganti Minyak Bumi

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Energi Baru dan Terbarukan Masa Depan Ketahanan Energi Nasional

MigasReview, Jakarta - Energi baru dan terbarukan (EBT) sangat penting untuk wujudkan ketahanan energi di masa depan. Terlebih, Indonesia memiliki potensi EBT sebesar lebih dari 441 GW, yang saat ini baru terealisasi sebesar 8,89 GW. Hal ini disampaikan…