Tiga Tahun Jokowi-JK

Sektor Energi Baru Terbarukan Alami Peningkatan

28 October 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. ESDM
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan paparan capaian tiga tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di sektor Energi Baru Terbaruan dan Konservasi Energi (EBTKE). Dalam paparan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana di Jakarta, Jumat (27/10/2017), sektor EBTKE mengalami peningkatan yang signifikan.

Rida mengatakan, kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) terpasang mengalami kenaikan yang signifikan. Jika pada 2014, kapasitasnya hanya 1403,5 mega watt (MW), hingga Oktober 2017 kapasitasnya telah mencapai 1.808,5 MW.

"Di akhir tahun ada tambahan dari PLTP Ulubelu 4 berkapasitas 55 MW dan PLTP Sarulla 2 110 MW," ujarnya.

Sementara, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang pada 2014 hanya kapasitas 122,7 MW. Kini, lanjut Rida, kapasitas terpasangnya mencapai 259,8 MW.

Sedangkan, untuk Pembangkit Tenaga Listrik Bioenergi pada 2014 kapasitasnya sekitar 898,5 MW. Untuk saat ini, kapasitasnya tercatat sebanyak 1.812 MW. Kenaikan tertinggi terjadi di tahun 2015 yang tercatat menjadi 1.767,1 MW. 

Kenaikan pembangkit bioenergi dari tahun ke tahun tidak signifikan karena kebanyakan berasal dari biomassa dan biogas yang berada di perkebunan kelapa sawit.

Rida mengatakan, kendalanya kapasitas yang relatif kecil yakni 1 MW. Selain itu, ada kendala jarak pabrik dengan transmisi PLN cukup jauh sehingga tidak ekonomis untuk dikembangkan.

Pada 2017 sebanyak 1,67 juta kiloliter (kl) biodiesel terserap. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu yang sekitar 3,65 juta kl. Meski begitu, Rida optimistis pengembangan biofuel akan berjalan baik. Hal ini bisa dilihat dari bertambahnya jumlah pemasok biodiesel.

"Ini artinya investasi dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu ada nilai tambah CPO (crude palm oil) karena bisa diserap untuk biodiesel," ujar Rida.

Saat ini, kuota biodiesel diberlakukan per enam bulan. Kementerian ESDM menetapkan kuota pengadaan biodiesel bersubsidi periode November 2017 hingga April 2018 sebesar 1.407.778 kl. Rida mengatakan, jumlah tersebut bertambah 30.030 kl dibanding periode sebelumnya.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

PLN Peroleh Total Pinjaman Rp16,3 Triliun

MigasReview, Jakarta - PLN mendapatkan pinjaman Kredit Investasi dari sindikasi Lembaga Keuangan Bank dan non-Bank Nasional dengan total Rp 16,3 triliun melalui skema konvensional dan syariah, masing-masing sebesar Rp12 triliun dan Rp4,3 triliun. Pinjaman…