Peningkatan Rasio Elektrifikasi Nasional dengan Energi Bersih

24 November 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. EBTKE
dok. EBTKE
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini terus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dengan energi bersih. Hal ini diungkapkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan di sela-sela penutupan Pameran Kelistrikan dan Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2017 di Jakarta, Kamis (23/11).

Jonan mengungkapkan, terdapat tiga fokus utama dalam pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia. Fokus tersebut antara lain ketersediaan listrik, pemerataan distribusi, serta tarif yang terjangkau sehingga dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Saya tambahkan, yang keempat penggunaan energi bersih," katanya.

Penggunaan energi bersih harus dilakukan untuk mengurangi efek gas rumah kaca. Jonan mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk mencapai target sebesar 23 persen bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2025 mendatang. Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan perluasan penggunaan energi listrik khususnya yang berasal dari EBT.

Energi listrik merupakan energi utama yang bisa dihasilkan di dalam negeri. Sehingga hal ini akan menggurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Kampanye penggunaan energi listrik terus dilakukan terutama di bidang transportasi.

"Saya sudah membeli motor listrik, bahkan sudah ada STNK-nya," lanjutnya.

Sebelumnya, sembilan Power Purchase Agreement (PPA) proyek pembangkit listrik dari EBT antara PT PLN (Persero) dengan pengembang listrik swasta (IPP) resmi ditandatangani. Penandatanganan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam pengembangan EBT di Indonesia.

"Kita berkomitmen untuk mengembangkan EBT dalam bidang kelistrikan. Ini komitmennya luar biasa, sungguh-sungguh," tegas Jonan.

Sembilan PPA ini terdiri dari satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), satu Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) dan tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) dengan investasi sebesar Rp 20,4 triliun. Pembangkit-pembangkit tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Chevron Mulai Studi Proyek Indonesia Deepwater Development

migas review MigasReview, Jakarta - Chevron Indonesia mengumumkan bahwa telah memulai kegiatan studi untuk mendalami lebih jauh alternatif pengembangan Proyek Gendalo-Gehem, yang merupakan tahap kedua dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutai Basin,…