MigasReview, Jakarta – Mirach Energy Limited, Senin (27/4), mengungkapkan rencananya untuk menambah konsesi atau bisnis baru di Indonesia selain Lapangan Kampung Minyak yang sudah berproduksi.
“Meski kami melihat stabilisasi pada operasi di Lapangan Kampung Minyak, kami akan terus fokus untuk membenahi reliabilitas operasional agar aset-aset itu bisa menciptakan nilai bagi perusahaan dan pemegang saham dalam jangka menengah. Ini adalah tahun di mana kami akan lebih fokus untuk menambah konsesi atau bisnis baru dalam portofolio kami berkat dukungan tim operasonal dan keuangan yang lebih kuat,” kata Executive Chairman sekaligus Chief Executive Officer Mirach Energy Limited William Chan dalam pengumumannya.
Chan mengulangi pernyataannya minggu lalu bahwa pada tahun finansial lalu, perusahaan memperoleh persetujuan dan dana operasi dari Pertamina untuk mengebor lima sumur dalam. Mirach akan menganggarkan pengeboran dua sumur untuk menguji coba zona-zona yang lebih dalam di Sumur Sudan-8 dan Sudan-12.
Hingga saat ini, perusahaan baru mengebor satu sumur dalam, KM612 (13-A), dan melakukan evaluasi sporadis namun belum memulai produksi karena tingginya kandungan air. Untuk sumur-sumur tua, dengan sejumlah metode yang efektif, hasil positif telah terlihat di mana produksi rata-rata harian membaik pada kuartal keempat 2014.
“Selama kuartal tersebut, produksi stabil pada 139 barel per hari meski faktanya tidak ada sumur baru yang seharusnya bisa meningkatkan produksi,” kata Chan.
Selama kuartal keempat 2014, produksi mencapai 12.644 barel, naik dibandingkan kuartal ketiga 2014 yang sebesar 10.703 barel. Lifting harian naik dari rata-rata 108 bph pada sembilan bulan pertama 2014 menjadi rata-rata 139 bph pada kuartal keempat 2014.
Chan menambahkan, untuk meningkatkan volume produksi harian, tim Mirach berencana untuk membuka lebih banyak sumur tua. Selain itu, perusahaan akan memulai program percontohan injeksi air demi memaksimalkan produksi di sumur-sumur tertentu.
Blok Kampung Minyak adalah lapangan yang telah matang di daratan Sumatera Selatan, yang mencakup area seluas kurang lebih 45 kilometer persegi. Mirach bersama dengan Pertamina EP melakukan kerjasama operasi untuk mereaktivasi dan meningkatkan produksi di area tersebut. Periode kontrak selama 15 tahun ini akan habis pada 2026. (cd)

Komentar