Saka Energi Akuisisi Muara Bakau US$ 70 Juta

28 April 2015, Editor Cundoko

Tumbur Parlindungan, General Manager PT Saka Energi South Sesulu dalam acara konferensi pers di Menteng, Jakarta, Selasa (28/04/2015).PT Saka Energi Indonesia yang baru berdiri pada 2011 hingga saat ini memiliki 8 blok migas, termasuk Muara Bakau. (Fachry Latief/ MigasReview.com)
facebook
3
twitter
101
google+
0
linkedin
30

Migas Review, Jakarta – PT Saka Energi Indonesia mengakuisisi 11,7 persen participating interest (PI) di Blok Muara Bakau senilai US$ 70 juta dari GDF SUEZ pada 15 April 2015.

Lapangan Jangkrik dan Northeast Jangkrik di Blok Muara Bakau akan berproduksi pada kuartal ke empat 2017. Lapangan Jangkrik sendiri memiliki cadangan gas sebesar 2 tcf. Operator blok ini adalah ENI, perusahaan migas dari Italia.

Pengambilalihan saham ini merupakan bagian dari total investasi Saka Energi tahun ini. "Nilai investasi Saka secara keseluruhan pada 2015 sebesar US$390 juta," kata Tumbur Parlindungan, General Manager PT Saka Energi South Sesulu di kawasan Menteng, Selasa, (28/04).

PT Saka Energi Indonesia yang baru berdiri pada 2011 hingga saat ini memiliki 8 blok migas, termasuk Muara Bakau. Blok lainnya adalah South Sesulu yang merupakan blok eksplorasi di mana berhasil ditemukan sumber gas pada awal 2015. Kepemilikan blok tersebut merupakan hasil dari pengambilalihan 100 persen PI dari HESS pada 21 Januari 2014.

Lainnya, Saka mengakuisisi 8,9 persen PI di Blok Southeast Sumatra dari KNOC pada 2 Desember 2014. Blok produksi ini dioperatori oleh CNOOC. Sementara, Blok Bangkanai yang dimiliki Saka Energi sebesar 30 persen ditargetkan berproduksi pada kuartal keempat 2015.

Sementara itu pada  10 Januari 2014, Saka Energi mengambil alih 100 persen Blok Pangkah dari KUFPEC dan HESS. Blok tersebut memproduksikan rata-rata 12 ribu barrel oil equivalent per day (boepd), yang di antaranya LPG sebanyak 1.500 boepd.

Pada 11 Maret 2013, Saka mengambil alih 20 persen PI Blok Ketapang yang merupakan blok dalam tahap produksi dari Sierra Oil. Blok yang diharapkan berproduksi pada akhir 2015 ini dioperatori Petronas.

Saka juga mengambil alih 20 persen PI Blok Muriah, yang merupakan blok akan berproduksi di tahun ini dari Sunny Ridge, dan 20 persen PI Blok West Bangkanai yang merupakan blok eksplorasi dari Salamander Energy.

Di luar negeri, Saka mengakuisisi 36 persen saham di Fasken Area, Texas, sebuah blok yang memproduksikan shale gas dengan rata-rata produksi 120 mmscfd. (ty) 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Ramba Jual 15% Saham ke Taipan Indonesia

MigasReview, Jakarta – Ramba Energy berencana menjual 14,9 persen sahamnya ke seorang taipan Indonesia senilai S$18,4 juta untuk membayar utang dan keperluan lainnya. Menurut pengumuman perusahaan migas tersebut, Minggu malam (3/5) seperti dilansir…