MigasReview, Jakarta – PT Bukit Asam
(Persero) Tbk mencatat kenaikan penjualan batubara sebesar 9 persen pada
kuartal pertama 2015 menjadi 4,57 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun
lalu 4,21 juta ton. Kenaikan penjualan ini diimbangi dengan peningkatan
pendapatan sebesar 6 persen atau menjadi Rp3,27 triliun dibandingkan tahun lalu
Rp3,09 triliun meskipunharga jual rata-rata tertimbang terkoreksi menjadi
Rp700.709 per ton dibandingkan periode lalu Rp733.393 per ton.
Dalam siaran pers perusahaan, Kamis (30/4) disebutkan, pencapaian itu ditunjang oleh langkah
strategis seperti memprioritaskan penjualan batubara berkalori tinggi. Ekspor selama
kuartal 1 naik 37 persen menjadi 2,40 juta ton dibandingkan periode sebelumnya
1,57 juta ton. Angka ekspor ini mencapai 53 persen dari total volume penjualan
sebesar 4,21 juta ton. Sisanya sebesar 47 persen atau 2,17 juta ton merupakan
penjualan domestik.
Selain itu perseroan tetap meningkatkan
langkah-langkah efisiensi dengan optimasi dalam operasional penambangan, di
antaranya memperpendek jarak angkut di lokasi tambang dan mengoptimalkan
pemakaian alat produksi yang menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan PLTU
milik sendiri, masing-masing PLTU 3x10 mw di Tanjung Enim untuk mendukung
kebutuhan tenaga listrik dalam operasional penambangan serta sarana pendukung
lainnya, serta PLTU 2x8 mw untuk menggerakkan peralatan operasional pelabuhan
di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung.
Capaian volume penjualan juga berkat
kontribusi dari produksi dan pembelian batubara dari pihak ketiga sebesar 3,70
juta ton dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar 3,76 juta ton. Sementara,
total produksi daru unit pertambangan Tanjung di Sumatera Selatan dan anak perusahaan
di Kalimantan Timur sebesar 3,26 juta ton. (cd)

Komentar