MigasReview, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Sabtu (25/4) meresmikan pengoperasian jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Jambi Selatan, Provinsi Jambi. Peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto.
Pembangunan jargas untuk rumah tangga ini terletak di Metering Regulator Station Jalan Serdang II, Kelurahan The Hok, yang akan mengaliri 4.000 sambungan rumah (SR) di mana pasokan berasal dari JOB Pertamina Talisman-Jambi Merang sebanyak 0.5 mmscfd dengan harga gas US$ 3,37 per mmbtu. Bertindak sebagai operator adalah PT Pertagas Niaga dan PT JII (BUMD Kota Jambi). Pembangunan jargas ini merupakan program 2012 dan selesai dilaksanakan pada Februari 2013.
“Program ini juga merupakan komplementer dari konversi minyak tanah ke Elpiji untuk percepatan pengurangan penggunaan minyak bumi,” ujar Wiratmaja seperti dilansir laman Kementerian ESDM .
Secara nasional, pembangunan jargas telah dilaksanakan sejak 2009 dan hingga saat ini telah terbangun 89.460 SR, dengan perincian: Aceh (1 kota) sebanyak 3.997 SR, Sumatera Selatan (3 kota) 11.686 SR, Jambi (1 kota) 4.000 SR, Rusun Jakarta-Bogor-Tangerang sebanyak 5.254 SR, Jawa Timur (2 kota) 13.250 SR, Jawa Tengah (2 kota) 8.000 SR, Jawa Barat (6 kota) 24.577 SR, Kalimantan Timur (1 kota) 3.960 SR, Kalimantan Utara (2 kota) 6.666 SR, Sulawesi Selatan (1 kota) 4.172 SR dan Papua Barat (1 kota) 3. 898 SR.
Butuh Investasi Rp 20 Triliun
Sudirman meyakini, masuknya infrastruktur gas bumi ini akan menumbuhkan industri-industri kecil karena harga energinya murah sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat. Pemerintah memperkirakan, pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga dalam lima tahun ke depan memerlukan investasi sekitar Rp 20 triliun.”Kami membutuhkan partnership. Kami membutuhkan investasi yang sangat besar supaya dalam lima tahun ke depan 7,9 juta rumah itu dapat tersambung,” ujar Menteri.
Ada beberapa kiat untuk mempercepat pembangunan infrasruktur gas rumah tangga, antara lain masyarakat ikut menanggung biaya pemasangan instalasi seperti di PLN dan PAM. Menurut Menteri, langkah itu sangat baik untuk percepatan, namun karena pemasangan itu merupakan bagian investasi maka langkah ini harus dibicarakan bersama terlebih dahulu.
Hingga 2014, sudah ada sekitar 90.000 rumah yang sudah tersambung jaringan gas bumi menggunakan dana APBN, dengan yang disambungkan oleh PGN sekitar 92.000 rumah. Dalam lima tahun ke depan, APBN menyediakan dana untuk membangun jaringan distribusi gas bumi rumah tangga di 10 kota dengan jumlah rumah tersambung sekitar 40.000-an rumah.
Selain oleh pemerintah, pembangunan infrastruktur distribusi gas kota juga dilaksanakan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Pertagas direncakan membangun jargas di 28 kota dengan total sambungan 81.000 sedangkan PGN akan membangun di 102 kota dengan total sambungan 1 juta rumah tangga.
Menteri meminta pembangunan
infrastruktur ini dipercepat karena banyaknya keuntungan yang diperoleh
masyarakat dan pemerintah. Di Indonesia ada 7,9 juta rumah yang berpotensi
dialiri gas bumi. (cd)

Komentar