Ketua Asosiasi PanasBumi Indonesia (API) Abadi Poernomo

Akhir 2020 , Kapasitas PLTP Ditargetkan 3.100 MW

15 July 2015, Editor

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) yang juga anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Abadi Poernomo. ©Fachry Latief/ MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta – Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 3.100 megawatt. Angka tersebut berasal dari kapasitas dalam beberapa tahun ke depan sebesar 1.400 mw yang siap beroperasi dan tambahan lagi sekitar 1.700 mw dari PLTP Sarulla dan sejumlah pembangkit yang dioperasikan oleh Supreme Energy dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Dalam program penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 mw selama 2014-2019,  geothermal ditargetkan menyumbang sekitar 4.600 mw. Namun Ketua API yang juga anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo menyatakan pesimismenya bisa mencapai target tersebut.

Kepada MigasReview beberapa waktu lalu, Abadi mengutarakan berbagai langkah dan program sektor panas bumi dalam lima tahun ke depan.

Bapak pernah mengatakan bahwa dalam program pemerintah 35.000 mw, sektor geothermal hanya mampu menyumbang 1.000 mw. Apa target berikutnya sejalan dengan naiknya permintaan listrik di masyarakat?

Dari program 35.000 mw plus 7 ribu mw  yang telah tercapai dalam fast track program (FTP) 2, target sumbangan geothermal adalah sekitar 4.600 mw. Target 4.600 mw itu ditetapkan dengan catatan pada saat itu seluruh program geothermal berjalan. Namun demikian, kita lihat perkembangannya selama periode FTP 2, proyek geothermal tidak ada yang berjalan kecuali wilayah kerja  (WK) yang dioperasikan oleh Pertamina, Supreme Energy, Star Energy dan Chevron.

Dari situlah, program itu kami evaluasi kembali. Yang akan commercial development Agustus mendatang adalah PLTP Kamojang V sebesar  35 mw. Kamojang V itu adalah extention dari kapasitas saat ini sebesar 200 mw. Ditambah 35 mw, jadi total sebesar 235 mw.

Tahun ini, yang juga sudah masuk’ adalah Sarulla dengan kapasitas yang cukup besar, 330 mw, meski bertahap sebesar 110 mw, 110 mw, dan 110 MW. Sementara itu, dari PLTP Patuha sebesar 55 mw, Ulu Belu 110 mw.  Hanya sebesar itu padahal targetnya 4.600 mw. Jadi kami masih punya utang banyak.

Tapi harapan saya, ke depan trennya maju terus. Pada akhir 2020, saya harapkan pembangkitan geothermal itu sekitar 3.100 mw, berasal dari tambahan sekitar 1.600 mw dari Sarula, Supreme Energy, dan pengembangan Pertamina Geothermal Energy.

Kekurangannya sangat banyak. Bagaimana cara meningkatkan penambahan kapasitas listrik menjadi 4.600 mw itu?

Asosiasi sedang melakukan kajian-kajian akademis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah ini. Yang paling utama dan sangat berat adalah permasalahan sosial. Sudah disampaikan berkali-kali, masalah sosial menjadi penghambat utama, mulai dari pembebasan lahan maupun pada saat kita sudah mulai melakukan eksplorasi. Itulah yang harus kita atasi bersama-sama.

Jadi harapan saya, pada 2016 atau 2015 akhir sudah bisa jalan kalau ada komitmen harga yang baik. Misalnya mulai pada 2016, artinya nanti mulainya pada 2021 atau 2022. Jadi tidak dalam lima tahun seperti yang ditetapkan ini.

Bagaimana Anda melihat sektor panas bumi ini dalam beberapa tahun ke depan terkait peningkatan kebutuhan listrik?

Menurut target Komite Ekonomi Nasional (KEN), pada 2025 total pembangkitan listrik harus menghasilkan 115 gigawatt (gw), di mana seyogyanya sebesar 7 persen berasal dari geothermal. Apakah kita bisa mememuhi itu atau tidak? Kalau7 persen berarti sekitar 6.500 mw mungkin susah. Tapi kami akan effort semaksimal mungkin, sekuat mungkin sampai seberapa jauh bisa mencapai sasaran. (albi wahyudi)

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Unrecovered Cost, Pertahankan Produksi Sebelum Kontrak Terminasi

MigasReview, Jakarta - Ratusan tahun sumur-sumur di lapangan minyak dan gas (migas) di Indonesia terkuras, sehingga kondisinya sudah tidak lagi mudah didapatkan. Akibatnya, untuk mempertahankan laju produksi migas memerlukan pengembangan teknologi yang…