Tingkatkan Produksi Migas Nasional

Pertamina Kembangkan Formula Untuk EOR

10 April 2017, Editor Anovianti Muharti

facebook
10
twitter
google+
1
linkedin
1

MigasReview, Cirebon - PT Pertamina (Persero) telah berhasil mengembangkan teknologi aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang  dikelola oleh Pertamina Upstream Technology Center (UTC). 

Beberapa teknologi EOR yang telah dikembangkan saat ini di Pertamina antara lain; Pengujian Viskositas Lapangan Bantayan, Formulasi Surfaktan SLS untuk Lapangan Rantau, Pre Feasibility Study CO2 EOR Lapangan Sukowati dan Lapangan Tambun, Pre Feasibility Study Steam flood Lapangan Batang, Implementasi software EOR predictive modeling dan pengadaan Lab EOR Tahap 2.

Sebagaimana dijelaskan Senior Vice President Development Technology Pertamina Amran Anwar, UTC juga aktif  bekerja sama dengan beragam lembaga penelitian dan perguruan tinggi nasional untuk terus mengembangkan teknologi eksplorasi dan produksi Migas dan Panasbumi.

"Kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi produksi yang efisien dan tepat guna, serta sesuai dengan kondisi geologi, topografi dan sosial di Indonesia," katanya, melalui siaran pers, Senin (10/04/2017).

Tidak hanya teknologi eksplorasi, UTC  juga melakukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi Hulu Migas lainnya di Pertamina antara lain; Aplikasi Passive Seismik (telah diterapkan di Lapangan Pertamina EP-Asset 2 & 5) yang berguna untuk membantu mengidentifikasi Pool Hydrocarbon, Aplikasi Pintar  (telah dilakukan di lapangan Pertamina Hulu Energi – Echo Field)  menggunakan remote control system via satelit untuk mengontrol parameter system lift pada offshore platform serta aplikasi lain  yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja hulu migas.

Beberapa penelitian dalam teknologi  eksplorasi dan produksi Migas, menurut Amran Anwar antara lain;  pembuatan piranti lunak pemodelan cekungan, pengembangan perangkat lunak 4 D Microgravity, Riset terapan  studi kelayakan pemanfaatan bahan kimia untuk EOR dari limbah Kelapa Sawit.

"Semua penelitian ini akan berkontribusi pada langkah Pertamina untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional," lanjut Amran.

Sebagaimana diketahui, dalam melakukan riset, ada beberapa temuan baru yang perlu diproses hak patennya untuk melindungi setiap karya inovasi/kreasi intelektual. Seperti halnya pada pengembangan metode penemuan Hydrocarbon : Thermal Anomaly Based on Conductivity (PERTABOCsy)  yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran hak  paten. 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

PLN Datangkan Marine Vessel Power Plant dari Turki untuk Pasok Listrik di Medan

MigasReview, Medan - PLN kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang diberangkatkan dari Istanbul, Turki pada hari Minggu (23/04/2017), akan menambah cadangan pasokan listrik Sumatera Utara. Diharapkan pelayanan listrik kepada…