Perlunya Pemahaman Informasi Pemanfaatan Energi Panasbumi

17 October 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti / Migas Review
Oppie Muharti / Migas Review
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Penyebarluasan informasi mengenai manfaat panasbumi di sekitar wilayah pemanfaatan panasbumi perlu dilakukan secara intensif. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Suryadharma di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Dia mengatakan, jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang pemanfaatan panasbumi sebagai energi baru terbarukan (EBT) tentunya hal tersebut akan mempermudah pemerintah untuk mewujudkan target bauran EBT sebanyak 23 persen pada 2025 mendatang.

"Harus dipahami, pengaruh buruk panasbumi terhadap lingkungan sangat kecil. Ini merupakan teknologi yang ramah lingkungan," katanya.

Untuk itu, Suryadharma meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan isu lingkungan akibat pembangunan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). Sebab, pengembangan panasbumi tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Peningkatan pemahaman mengenai panasbumi kepada masyarakat, lanjut Surya, harus dilakukan di berbagai tingkatan masyarakat melalui pendidikan di sekolah.

"Kalau dibiarkan saja, akan kontraproduktif," tegasnya.

Senada dengan Suryadharma, Direktur Panasbumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, panasbumi menghasilkan emisi yang sangat kecil.

Selain itu, dalam pengembangannya juga membutuhkan ruang eksplorasi yang sedikit.

"Untuk pembangkit berkapasitas 110 mega watt (MW), hanya membutuhkan lahan sekitar 40 hektare," katanya.

Tak hanya itu saja, karakteristik panasbumi berbeda jauh dengan minyak bumi dan gas (migas). Migas biasanya terdapat di lapisan sedimen yang lemah dan memiliki tekanan tinggi. Sedangkan panasbumi, berada di lapisan batuan beku dan bertekanan kecil.

"Kalau migas tekanannya bisa mencapai 120 bar, sedangkan panasbumi hanya sekitar 20 bar," pungkas Yunus.


Artikel Terkait

Jembatani Kepentingan Geothermal dan Konservasi Hutan

JK: Energi Geothermal Akan Jadi Energi Prioritas

Tantangan Kembangkan 7.000 MW Energi Panasbumi

Industri Panasbumi Butuh Ribuan SDM

Energi Panasbumi, Bagian Penting Dukung Program 35.000 MW

Menjaga Semangat Industri Panasbumi

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pengembangan Pembangkit Listrik untuk Pemerataan Akses Listrik di Indonesia

migas review MigasReview, Mataram – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, bahwa pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan harus segera dibangun untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat, dengan harga terjangkau…