MigasReview, Jakarta - Penyebarluasan informasi mengenai
manfaat panasbumi di sekitar wilayah pemanfaatan panasbumi perlu dilakukan
secara intensif. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Energi
Terbarukan Indonesia (METI) Suryadharma di Jakarta, Senin (16/10/2017).
Dia mengatakan, jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang pemanfaatan panasbumi sebagai energi baru terbarukan (EBT) tentunya hal tersebut akan mempermudah pemerintah untuk mewujudkan target bauran EBT sebanyak 23 persen pada 2025 mendatang.
"Harus dipahami,
pengaruh buruk panasbumi terhadap lingkungan sangat kecil. Ini merupakan
teknologi yang ramah lingkungan," katanya.
Untuk itu, Suryadharma meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan isu lingkungan akibat pembangunan pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). Sebab, pengembangan panasbumi tidak berdampak buruk bagi lingkungan.
Peningkatan pemahaman mengenai panasbumi kepada masyarakat, lanjut Surya, harus dilakukan di berbagai tingkatan masyarakat melalui pendidikan di sekolah.
"Kalau dibiarkan
saja, akan kontraproduktif," tegasnya.
Senada dengan Suryadharma, Direktur Panasbumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, panasbumi menghasilkan emisi yang sangat kecil.
Selain itu, dalam pengembangannya juga membutuhkan ruang eksplorasi yang sedikit.
"Untuk pembangkit
berkapasitas 110 mega watt (MW), hanya membutuhkan lahan sekitar 40
hektare," katanya.
Tak hanya itu saja, karakteristik panasbumi berbeda jauh dengan minyak bumi dan gas (migas). Migas biasanya terdapat di lapisan sedimen yang lemah dan memiliki tekanan tinggi. Sedangkan panasbumi, berada di lapisan batuan beku dan bertekanan kecil.
"Kalau migas
tekanannya bisa mencapai 120 bar, sedangkan panasbumi hanya sekitar 20 bar,"
pungkas Yunus.
Artikel Terkait
Jembatani Kepentingan Geothermal dan Konservasi Hutan
JK: Energi Geothermal Akan Jadi Energi Prioritas
Tantangan Kembangkan 7.000 MW Energi Panasbumi
Industri Panasbumi Butuh Ribuan SDM

Komentar