Pembangunan PLTP Tidak Berdampak Buruk Terhadap Lingkungan

16 October 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti/MigasReview
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Baturaden tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Seperti yang dilansir ebtke.esdm.go.id, hal ini disampaikan oleh Direktur Panasbumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi adanya isu dampak lingkungan seperti lumpur Lapindo.

"Saya sudah melihat PLTP di berbagai belahan dunia tidak ada yang menimbulkan bencana. Seperti di Islandia, Italia, Amerika Serikat, Filiphina dan Kenya, semuanya berjalan baik," ujarnya.

Menurut Yunus, karakteristik panasbumi berbeda jauh dengan minyak bumi dan gas (migas). Migas biasanya terdapat di lapisan sedimen yang lemah dan memiliki tekanan tinggi. Sedangkan panasbumi, berada di lapisan batuan beku dan bertekanan kecil.

"Kalau migas tekanannya bisa mencapai 120 bar, sedangkan panasbumi hanya sekitar 20 bar," imbuhnya.

Terkait penolakan masyarakat, kata Yunus, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Pasalnya, masyarakat belum memahami sepenuhnya manfaat yang didapat dari pembangunan PLTP tersebut. Panasbumi hanya menghasilkan sekitar 1,5 persen emisi CO2 dibandingkan dengan batu bara dan hanya sekitar 2,7 persen emisi CO2 dibandingkan dengan gas.

Selain menghasilkan emisi yang sangat kecil, panasbumi juga membutuhkan ruang eksplorasi yang sedikit. Dalam mengembangkan pembangkit berkapasitas 110 mega watt (MW), hanya membutuhkan lahan sekitar 40 hektare dan menyaratkan lingkungan diatasnya dijaga baik untuk menjaga kelestarian dan ketersediaan panasbumi tersebut.

Yunus mengatakan, pihaknya saat ini terus mengawal penanganan dampak proyek PLTP yang dilakukan PT SAE. Sebelumnya, PT SAE berkomitmen untuk melakukan perbaikan dari sisi hulu proyek PLTP, pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur, serta perbaikan sistem jaringan perpipaan yang tedampak dan mengganti meteran yang rusak.

Untuk penanganan secara permanen, PT SAE akan membangun bak penampungan air besar untuk konsumsi air buat warga terdampak dan pengeboran sumur air tanah.


Artikel Terkait

Jembatani Kepentingan Geothermal dan Konservasi Hutan

JK: Energi Geothermal Akan Jadi Energi Prioritas

Tantangan Kembangkan 7.000 MW Energi Panasbumi

Industri Panasbumi Butuh Ribuan SDM

Energi Panasbumi, Bagian Penting Dukung Program 35.000 MW

Menjaga Semangat Industri Panasbumi

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Perlunya Pemahaman Informasi Pemanfaatan Energi Panasbumi

migas review MigasReview, Jakarta - Penyebarluasan informasi mengenai manfaat panasbumi di sekitar wilayah pemanfaatan panasbumi perlu dilakukan secara intensif. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Suryadharma di…