MigasReview, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi)
mengumumkan laba bersih sebesar US$127,8 juta dan kenaikan volume produksi
minyak dan gas sebesar 31,5% untuk periode yang berakhir 31 Desember 2017.
CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengatakan, bahwa hasil ini
mencerminkan penguatan kinerja operasi, seiring dengan keberhasilan upaya
program efisiensi bisnis yang cukup kompleks, termasuk integrasi dari aset
South Natuna Sea.
Pencapaian Operasional
Produksi minyak dan gas naik menjadi 86,8 MBOEPD atau tumbuh
sebesar 31,5% dibandingkan tahun lalu, didorong oleh kinerja yang kuat dari
blok South Natuna Sea setelah diakuisisinya asset tersebut pada kuartal keempat
2016, serta diikuti dengan produksi yang lebih tinggi dari lapangan Senoro, dan
penurunan lebih rendah di ladang Sumatera Selatan dan Rimau. Reserve Replacement Ratio tahunan (RRR)
untuk 2017 dan untuk rata-rata 3 tahunan menunjukkan sekitar 1,3x.
Proyek Blok A Aceh telah sesuai jadwal dan anggaran dengan
commisioning gas yang dicapai pada 25 Maret 2018 lalu, dan kapasitas penuh Blok
ini akan meningkat hingga 58 BBTUD selama kuartal kedua 2018.
Di kuartal keempat tahun 2017, Perseroan meningkatkan
kepemilikannya di Medco Power Indonesia (MPI) dari 49,0% menjadi
88,6%, dan Perseroan mulai mengkonsolidasikan MPI dalam laporan keuangannya.
Sebagai perusahaan listrik nasional yang berfokus pada energi gas, energi
terbarukan yang bersih, MPI mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas bruto
sebesar 526MW dan menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit
yang menghasilkan 2.150 MW, Perseroan berharap dapat menghasilkan sinergi yang
signifikan di masa depan dari portofolio ladang gas yang dioperasikan,
fasilitas LNG, dan tenaga gas baru MPI. Namun, fokus jangka pendek MPI adalah
menyelesaikan pembangunan fasilitas panas bumi Pusaka mini-hydro dan fasilitas
panas bumi Sarulla Unit 3, yang keduanya diharapkan akan mencapai operasi
komersial pada kuartal kedua tahun 2018.
Pada tahun 2017, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT”),
afiliasi penambangan Perseroan telah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan
fasilitas smelter dan telah membayar kembali fasilitas pinjaman akuisisi dan
mezzanine. Pada kuartal keempat, AMNT sudah memulai pengembangan fase-7 dari
tambang Batu Hijau yang ada dari sumber pembiayaan internal, dan kemudian
memperoleh pendanaan lebih lanjut untuk pembangunannya. Pada 2017, pengeboran
appraisal terhadap asset tambang Elang sedang berlanjut dan ini telah
memungkinkan AMNT untuk meningkatkan besaran ekspektasi sumber daya aset
tambang Elang.
Pencapaian Finansial
Pendapatan setahun penuh naik menjadi US$925,6 juta,
meningkat 56,9% dibandingkan tahun 2016 karena produksi yang lebih tinggi dan
harga komoditas yang membaik. Harga realisasi rata-rata adalah US$51,5/BBLS
(+21,8% year-on-year) untuk minyak dan US$5,5/MMBTU (+ 25,7% year-on- year) untuk gas. Pendapatan
dari MPI turut menyumbang 7% dari total pendapatan perusahaan di tahun 2017
setelah dikonsolidasikan pada kuartal keempat.
Perseroan terus berfokus pada efisiensi dengan biaya tunai
tahun 2017 sebesar US$9,1 / BOE, lebih rendah dari komitmen Perusahaan untuk
menjaga biaya per unit di bawah US$10/BOE hingga 2020.
EBITDA melonjak 62,2% year-on-year menjadi US$434,2 juta,
dengan peningkatan marjin EBITDA menjadi sebesar 46,9% (45,4% pada tahun 2016).
Hutang bersih terhadap EBITDA adalah 3,7x di 2017 tanpa MPI, dan 4,6x termasuk
MPI; keduanya jauh di bawah 6,5x pada tahun 2016, dan merupakan level yang sama
dengan level di 2014.
Di sisi laba, Peseroan membukukan laba bersih sebesar
US$127,1 juta, dibandingkan dengan US$184,8 juta pada tahun 2016. Hasil di
tahun 2017 mencakup beberapa biaya tidak berulang, termasuk penyesuaian
pra-penjualan atas aset yang dimiliki untuk dijual, dan termasuk beban bunga
dan pembiayaan AMNT untuk pelunasan hutang akuisisi dan hutang mezzanine (US$
62,3 juta), pelepasan biaya untuk lindung nilai harga komoditas (US$135,7 juta)
serta paket terminasi dini untuk karyawan tetap dan kontrak tertentu (US$20,4
juta).
Pada kuartal keempat 2017, Perusahaan telah menyelesaikan
proses Hak Memesan Tanpa Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan rasio 1 saham
baru untuk tiap 3 saham baru dengan perolehan dana tambahan sekitar US$195 juta
dengan sekitar US$200 juta dana tambahan dari waran yang diharapkan akan
dilaksanakan mulai Juli 2018 dan seterusnya.
"Kinerja Perseroan cukup baik di tahun 2017 meskipun lingkungan bisnis yang cenderung berubah, dan kami berada diposisi yang baik untuk tetap kompetitif di masa mendatang. Aksi korporasi yang sukses, termasuk akuisisi saham pengendali di MPI, penerbitan obligasi USD kedua dan pelaksanaan transaksi HMETD juga telah memperkuat struktur modal kami serta turut memberikan nilai kepada para pemegang saham,” ujar Presiden Direktur MedcoEnergi Hilmi Panigoro.

Komentar