MigasReview, Jakarta - Di usianya yang menginjak 77 tahun, Lapangan Duri mampu bertahan sebagai salah satu penopang produksi minyak nasional hingga sekarang. Keberhasilan tersebut berkat penerapan teknologi injeksi uap (steam flood) yang membuat produksi Lapangan Duri lima kali lebih banyak dibandingkan teknologi konvensional. Teknologi injeksi uap di lapangan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar di dunia.
"Keberhasilan
pengelolaan dan penambahan usia lapangan migas juga ditentukan oleh teknologi
yang digunakan. Chevron terus berinventasi dalam pengembangan teknologi
pencarian minyak maupun enhanced oil recovery (EOR) guna mengoptimalkan tingkat
perolehan minyak,’’ jelas Sr. VP Policy, Government, and Public Affairs Chevron
Yanto Sianipar, melalui siaran pers, Rabu (02/05/2018).
Lapangan Duri termasuk wilayah kerja Blok Rokan, di Provinsi
Riau yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Lapangan tersebut ditemukan
pada 1941 dan baru berproduksi 17 tahun berselang, yakni pada 1958. Setelah
melewati titik puncak produksi dari fase primer sebanyak 65.000 barel per hari
pada 1965, produksi Lapangan Duri menurun secara alamiah seiring penurunan
tekanan di dalam reservoir.
CPI memulai pilot project injeksi uap di Lapangan Duri pada
1975. Sepuluh tahun kemudian, teknologi ini diterapkan dalam skala besar dan
mampu kembali menaikkan produksi hingga mencapai 300 ribu barel per hari pada
1994. Semua itu dicapai berkat penerapan teknologi. Hingga saat ini, Lapangan
Duri telah menghasilkan lebih dari 2,6 miliar barel.
CPI terus mengembangkan lapangan ini untuk menjaga
kontribusi Lapangan Duri terhadap produksi nasional. Dua pengembangan terakhir
adalah North Duri Area 12 dan 13 yang masing-masing menghasilkan produksi
perdana pada 2008 dan 2013.
Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi
terdepan di dunia dan melalui anak-anak perusahaan di Indonesia telah
beroperasi di negeri ini selama 94 tahun. Dengan inovasi dan komitmen karyawan
kami yang memiliki keahlian dan dedikasi tinggi, Chevron Indonesia menjadi
salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia. Dari lapangan-lapangan
migas darat di Riau, Sumatera dan lapangan-lapangan migas lepas pantai di
Kalimantan Timur, telah memproduksi lebih dari 13 miliar barel minyak untuk
pemenuhan kebutuhan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Komentar