Freeport Indonesia

Kesepakatan Pokok Menjamin Keberlangsungan dan Stabilitas Operasi

12 July 2018, Editor Anovianti Muharti

facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Pemerintah Indonesia bersama Freeport-McMoRan Inc. (NYSE:FCX), perusahaan induk dari PT Freeport Indonesia, telah menyepakati Heads of Agreement (kesepakatan pokok) terkait proses peralihan sebagian kepemilikan saham PT Freeport Indonesia. Kesepakatan tersebut adalah bagian dari proses yang memungkinkan Pemerintah untuk memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia.

Kedua perusahaan yang akan menjadi pemegang saham PT Freeport Indonesia, yaitu PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport-McMoRan Inc. telah sepakat untuk melanjutkan program jangka panjang yang telah dan tengah dijalankan oleh PT Freeport Indonesia. Sebagai entitas bisnis Indonesia, PT Freeport Indonesia meyakini bahwa kesepakatan pokok tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Dalam kesepakatan ini, para pihak menyepakati keberlangsungan operasi PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 dengan mekanisme yang akan didetailkan lebih lanjut. Tercapainya kesepakatan ini akan menguatkan kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. selaku pemegang saham PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia meyakini bahwa perpanjangan izin operasi akan memberikan jaminan bagi investasi bernilai miliaran dolar dan memberikan kepastian bagi seluruh pemegang saham PT Freeport Indonesia, karyawan, masyarakat Papua, pemasok dan kontraktor, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Freeport-McMoRan tetap berkomitmen untuk kesuksesan PTFI. Kami bangga dengan apa yang telah kami capai dalam lebih dari 50 tahun sejarah kami, dan kami sangat menantikan masa depan selanjutnya,” ujar Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc. Richard Adkerson, melalui siaran pers, Kamis (12/07/2018).

Dividen US$ 60 Miliar

Perpanjangan operasi ini akan meningkatkan manfaat secara signifikan bagi Pemerintah Indonesia di masa mendatang. Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi US$ 60 miliar.

Selama lima belas tahun terakhir, PT Freeport Indonesia telah memulai proses transisi dari operasi penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah. Dalam proses tersebut, kami telah menginvestasikan sekitar US$ 6 miliar untuk mengembangkan tambang bawah dan berencana menambah investasi hingga miliaran dolar sebagai komitmen untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham.

PT Freeport Indonesia menyambut baik kemitraan baru ini. Kesepakatan ini tidak berdampak pada status ketenagakerjaan karyawan PT Freeport Indonesia. Perusahaan akan tetap beroperasi dengan merujuk kepada rencana kerja yang telah ditetapkan.

Selama sekitar 50 tahun terakhir, PT Freeport Indonesia telah menjalankan kemitraan yang baik dengan pemerintah Indonesia. PT Freeport Indonesia akan tetap beroperasi dengan standar tertinggi dan menjalankan operasinya secara bertanggung jawab, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat setempat, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

Jaga Iklim Investasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, untuk memberikan kepastian kepada investor yang berinvestasi di Indonesia.

"Dengan ditandatanganinya Pokok-Pokok Perjanjian (Heads of Agreement) ini, kerjasama FCX dan Inalum diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan serta memberi nilai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, BUMN memiliki kepedulian, komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Sejalan dengan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan, BUMN akan menjadi ujung tombak proses hilirisasi industri pertambangan Indonesia guna memberi nilai tambah maksimal bagi masyarakat, termasuk menjalankan usaha pertambangan secara profesional dan bertanggung jawab berlandaskan prinsip good corporate governance," ungkap Rini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan, dengan ditandatanganinya perjanjian ini maka keseluruhan kesepakatan dengan FCX yang meliputi 51% saham, perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK, telah dapat diselesaikan, termasuk komitmen pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian. Oleh sebab itu PT Freeport Indonesia mendapatkan perpanjangan IUPK Operasi Produksi maksimal 2x10 tahun.

"Kami harapkan nilai tambah komoditi tembaga dapat terus ditingkatkan melalui pembangunan pabrik peleburan tembaga berkapasitas 2-2,6 juta ton per tahun dalam waktu 5 tahun," jelas Jonan.

Pengelolaan Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menambahkan, melalui penguasaan saham PT Freeport Indonesia oleh Inalum, Pemerintah mengharapkan kualitas terhadap pengelolaan lingkungan di area tambang PT Freeport Indonesia terus ditingkatkan.

"Kami meyakini, bahwa PT Freeport Indonesia sebagai salah satu pengelola tambang terbesar di dunia akan mampu menjaga aspek keberlanjutan dari lingkungan terdampak area tambang," ujar Siti.

Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PT Freeport Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$ 4,44 miliar, serta membukukan laba bersih sebesar US$ 1,28 miliar. Adapun cadangan terbukti (proven) dan cadangan terkira (probable) untuk tembaga sebasar 38,8 miliar pound, emas sebasar 33,9 juta toz (troy ounce) dan perak sebesar 153,1 juta toz.

Sementara, pada 2017 Inalum membukukan pendapatan sebesar US$ 3,5 miliar dengan laba bersih konsolidasi mencapai US$ 508 Juta.

Holding Industri Pertambangan Inalum juga tercatat memiliki sumber daya dan cadangan nikel sebesar 739 juta ton, bauksit 613 juta ton, timah 1,1 juta ton, batubara 11,5 miliar ton, emas 1,6 juta toz dan perak sebesar 16,2 juta toz.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

6 Wilayah Kerja Migas Dilelang

migas review MigasReview, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka penawaran lelang reguler Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) tahap II tahun 2018. WK Migas yang dilelang meliputi 3 WK eksplorasi dan 3 WK produksi. "WK eksplorasi…