MigasReview, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) menyampaikan, keterangan pers terkait hasil kinerja subsektor
minyak dan gas bumi (migas) pada semester I/2017, Selasa (08/08/2017).
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kepala Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi/BPH Migas), Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Direktur Gas PT Pertamina (Persero).
Dirjen Migas Ego Syahrial menjelaskan, Pemerintah terus melakukan berbagai terobosan untuk menjaga produksi migas.
"Kementerian kami (ESDM) mengeluarkan berberapa regulasi yang merangsang pertumbuhan dari produksi migas," jelasnya. Komitmen ini diwujudkan Pemerintah melalui penerbitan Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Hasil Bagi Gross Split.
Skema Gross Split yang telah ditawarkan oleh Pemerintah membawa dampak positif atas respon yang ditunjukkan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
"Di 2016 seluruh yang kita lelangkan hampir semua tidak laku. Sekarang, dengan sistem gross split yang kita keluarkan, sudah ada 15 (bid dokumen) dari kontraktor yang merespon positif," imbuh Ego.
Di samping itu, sebanyak 10 WK Migas pada semester I/2017 sudah berjalan, diantaranya 1 WK Lapangan Kinantu/ WK Pasir berstatus Plan of Development (POD) dan 9 WK perpanjangan atau alih kelola, yaitu Tuban Ogan Komering, South East Sumatera, NSO, Tengah, East Kalimantan, Attaka, Jambi Merang dan Sanga-Sanga.
Pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) BBM Satu Harga. Setelah melakukan identifikasi pada tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan 54 titik lembaga penyalur dan sebanyak 21 titik sudah beroperasi hingga 30 Juni 2017.
"Realisasinya
(lembaga penyalur) di tahun 2017 sudah membangun di 21 titik (per 30 Juni 2017)
dan ini rata-rata terlokasi di daerah terluar, diantarnya di Talaud, Morotai,
Nias dan Mentawai. Target sampe akhir tahun sebesar 54 titik. Total sampai 2019
ada 150 titik yang akan dibangunn," jelas Ego.
Sementara itu, hasil implementasi, dari Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2017 mengenai Participating Interest 10% adalah penawaran WK Mahakam kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan WK Offshore North West Java (ONWJ) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Ego mengungkapkan, realisasi pengerjaan flow meter.
"Kita sudah
memasang 209 di seluruh Indonesia, kita sudah memasang 108, sedang dikerjakan
62. Memang ada 35 yang belum dikerjakan. Jadi progressnya cukup baik. Kalau
dihitung cecara persentase progress-nya 83%," pungkasnya.

Komentar