Pemerintah Daerah Dukung Pengembangan PLTGU 600 MW di Kawasan Industri Bantaeng

11 August 2017, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti | MigasReview.com
Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
1
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - PT Energi Nusantara Merah Putih (ENMP) bersama dengan para direksi industri di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Jakarta untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) 600 MW.

Kerja sama ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pada 2014, Bupati Bantaeng Bapak M. Nurdin Abdullah menyikapi adanya peraturan pemerintah No. 12/2014 berkenaan dengan larangan ekspor bahan mentah mineral dengan sigap membentuk KIBA dengan luas kawasan untuk tahap awal berkisar 3000 ha. Kawasan ini diberikan segala kemudahan bagi investor dalam suatu layanan khusus melalui Perusda Bantaeng yang membuat Kabupaten Bantaeng diminati banyak investor dari dalam dan luar negeri untuk membangun industri smelter. Industri tersebut tumbuh pesat dan terus membutuhkan energi listrik besar yang dapat memenuhi kebutuhan karakteristik unik kebutuhan listrik para tenants.

ENMP bersama anak perusahaannya yaitu PT Pasifik Agra Energi sebagai pemilik dan pembangun terminal penerima gas alam cair/LNG dan PT Power Merah Putih, sebagai pemilik dan pembangun PLTGU dengan kapasitas 600 MW akan bekerja untuk menjamin ketersediaan energi di KIBA serta menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat distribusi gas alam cair untuk kawasan Indonesia tengah dan timur. Kedua proyek ini sedang dalam tahap pengembangan dengan perkiraan total biaya investasi sebesar US$ 980 juta.

“Dengan adanya proyek integrasi ini para industri penunjang di KIBA dapat segera merealisasikan pembangunan LNG Receiving Terminal (Terminal Penerimaan LNG) yang menjadi bagian penting dari pembangunan pembangkit listrik sebesar 600MW tersebut, yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2021,” kata Presiden Direktur PT ENMP Westana H. Wiratmaatmadja, melalui siaran pers (10/08/2017).

ENMP menggandeng Atlantic, Gulf and Pacific Company (AG&P), yang ahli dalam membawa LNG/gas alam ke pasar off-grid dengan infrastruktur standar pragmatis dan jalur cepat. Integrator unik yang memberikan solusi LNG end-to-end yang lengkap, AG & P akan berfokus pada perancangan, konstruksi dan pengoperasian LNG Receiving Terminal di KIBA.

"AG&P sangat senang untuk mendukung proyek penting nasional ini di Bantaeng. Kami berharap dalam waktu singkat LNG tersedia bagi pembangkit listrik dan pengguna industri serta konsumen di seluruh Sulawesi Selatan dan para pulau terdekatnya. AG&P akan berusaha untuk mencapai tujuan ini, " kata AG&P Chief Financial Officer and Head of Commercial Abhilesh Gupta.

Saat ini, proyek dalam tahap detail engineering dan diharapkan dapat mencapai financial closing dalam jangka waktu satu tahun dan dilanjutkan dengan konstruksi. Dengan mendorong pengembangan wilayah berbasis industri, Bantaeng akan menjadi salah satu pusat pengolahan nikel terbesar di dunia dan tentunya akan memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bantaeng.

Kesempatan ini turut dihadiri oleh Bupati Bantaeng M. Nurdin Abdullah, Direktur Kawasan Industri Bantaeng Taufik Fachrudin serta para direksi industri di KIBA.

Daftar tenants di KIBA

  • PT Huadi Nickel Alloy
  • PT Titan Mineral Utama
  • PT Bantaeng Central Asia Steel
  • PT Sinar Deli Bantaeng
  • PT Intim Perkasa Energi
  • PT Multi Kilang Pratama
  • PT Sergion Techno
  • Inensunan Mills Indonesia

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pendapatan Pertamina Tumbuh 19 Persen

migas review MigasReview, Jakarta - PT Pertamina (Persero) meraih pendapatan sebesar US$20,5 miliar pada semester pertama 2017 atau tumbuh sebesar 19 % dibandingkan semester pertama 2016 yang tercatat US$17,2 miliar ditunjang oleh pertumbuhan kinerja operasi yang…