Kementerian ESDM Dorong Pemanfaatan Jaringan Gas Kota di Jawa Timur

13 August 2017, Editor Anovianti Muharti

dok. Pertamina Gas
facebook
10
twitter
google+
1
linkedin
1

MigasReview, Sidoarjo - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan secara khusus meninjau pembangunan jaringan gas kota (jargas) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang dilakukan oleh Pertamina, Minggu (13/08/2017). Kunjungan ini sekaligus untuk melihat secara langsung  kemajuan pembangunan proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp37,8 miliar.

Presiden Direktur PT Pertamina Gas Suko Hartono mengatakan, jika tidak ada kendala Pertamina menargetkan proyek jargas di Kabupaten Mojokerto selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2017. Kabupaten Mojokerto akan menyusul Surabaya dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

“Infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 juta kaki kubik per hari (MMSCFD),” ujar Suko  di sela mendampingi Menteri ESDM Igansius Jonan dan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyaksikan penyambungan pipa poly ethylene (PE) sambungan rumah berdiameter 125 mm di Mojokerto.

Jargas di Kabupaten Mojokerto merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melalui APBN Tahun Anggaran 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 SR di Kecamatan Ngoro.

 Dalam kunjungan tersebut, Jonan juga menyempatkan mampir di Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Sidoarjo untuk melihat proyek jargas Kementerian ESDM yang telah dimanfaatkan.

“Sidoarjo menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tanggap, tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren,” katanya.

Saat ini terdapat 10.350 sambungan rumah tangga (SR) di Sidoarjo yang dibangun menggunakan APBN tahun anggaran 2010,2011, 2012 dan 2014 yang dikelola oleh Pertamina. Suplai gas untuk jargas tersebut diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc. dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD.

Menurut Jonan, kehadiran jaringan gas kota memudahkan masyarakat dalam beraktivitas khususnya untuk urusan dapur.

“Penggunaan jargas lebih hemat, praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam,” katanya.

Proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kota. Pada tahun 2019, sesuai Renstra Kementerian ESDM program jaringan gas kota ini diharapkan akan menjangkau 1,2 juta SR (kumulatif) di berbagi wilayah kabupaten/kota di Indonesia.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Refined Bangka Tin Kembangkan Program Reklamasi Berkelanjutan

MigasReview, Bangka Belitung - PT Refined Bangka Tin (RBT) mengumumkan Program Reklamasi Berkelanjutan Green for Good, adalah program konservasi lahan untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Dengan melibatkan masyarakat setempat…