MigasReview, Jakarta - Setelah sebelumnya WK Tuban
dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama partners melalui Joint
Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) sementara PT Ogan
Komering sebelumnya dioperasikan oleh PHE bersama partners melalui Joint Operating
Body Pertamina-Jadestone Energy (Ogan Komering) Ltd (JOB PJOK), terhitung mulai
tanggal 20 Mei 2018, kedua WK tersebut oleh PHE dengan menggunakan kontrak bagi
hasil gross split.
“Penyerahan WK
Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan salah satu langkah strategis
perusahaan dalam mengamankan pasokan produksi minyak dan gas bumi nasional,”
ujar Direktur Utama PHE R. Gunung Sardjono Hadiphe.pertamina.com.
Hingga akhir tahun 2017, produksi minyak JOB PPEJ secara
gross mencapai 10,5 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 14,2 juta
standar kaki kubik per hari. Sementara itu, produksi JOB PJOK secara gross
mencapai 2,25 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 8,64 juta standar
kaki kubik per hari.
Untuk tahun 2018, WK Tuban memiliki target produksi gross
untuk minyak sebesar 8,11 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 11,11
juta standar kaki kubik per hari.
Di tahun yang sama WK Ogan Komering memiliki target produksi
gross untuk minyak sebesar 1,95 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar
8,21 juta standar kaki kubik per hari.
Gunung menjelaskan, untuk aktivitas peningkatan cadangan,
PHE Ogan Komering akan melakukan studi GGR dan seismik 3D serta pemboran
eksplorasi dan infill drilling untuk
memenuhi komitmen pasti 3 tahun pertama dan 3 tahun kedua kontrak bagi hasil.
Selain WK Tuban dan Ogan Komering, PHE juga akan melakukan
proses alih kelola WK terminasi lain di tahun 2018, yaitu WK Southeast Sumatra
(SES) dan North Sumatra Offshore (NSO) serta North Sumatra Block B (NSB).
“Setelah resmi dikelola
PHE, kami akan segera merealisasikan sejumlah program untuk menjaga dan
meningkatkan produktivitas di kedua WK tersebut,” pungkas Gunung.
Sementara, Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin
menyatakan, bahwa berbagai upaya akan dilakukan oleh PHE Tuban East Java untuk
mencari cadangan dan meningkatkan produksi migas Blok Tuban. Setelah Lapangan
Sukowati di Blok Tuban akan dikelola oleh Pertamina EP, PHE akan mengelola
lapangan-lapangan lain di Blok Tuban, seperti Mudi, Sumber, dan Lengowangi.
“Berdasarkan rencana
kerja yang telah disusun PHE Tuban East Java, Kami akan melakukan well
services, work over, serta study GGR,” ujar Afif.

Komentar