PHE Resmi Operasikan WK Tuban dan Ogan Komering

22 May 2018, Editor Anovianti Muharti

dok. PHE
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - Setelah sebelumnya WK Tuban dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama partners melalui Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) sementara PT Ogan Komering sebelumnya dioperasikan oleh PHE bersama partners melalui Joint Operating Body Pertamina-Jadestone Energy (Ogan Komering) Ltd (JOB PJOK), terhitung mulai tanggal 20 Mei 2018, kedua WK tersebut oleh PHE dengan menggunakan kontrak bagi hasil gross split.

“Penyerahan WK Terminasi Tuban dan Ogan Komering merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam mengamankan pasokan produksi minyak dan gas bumi nasional,” ujar Direktur Utama PHE R. Gunung Sardjono Hadiphe.pertamina.com.

Hingga akhir tahun 2017, produksi minyak JOB PPEJ secara gross mencapai 10,5 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 14,2 juta standar kaki kubik per hari. Sementara itu, produksi JOB PJOK secara gross mencapai 2,25 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 8,64 juta standar kaki kubik per hari.

Untuk tahun 2018, WK Tuban memiliki target produksi gross untuk minyak sebesar 8,11 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 11,11 juta standar kaki kubik per hari.

Di tahun yang sama WK Ogan Komering memiliki target produksi gross untuk minyak sebesar 1,95 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 8,21 juta standar kaki kubik per hari.

Gunung menjelaskan, untuk aktivitas peningkatan cadangan, PHE Ogan Komering akan melakukan studi GGR dan seismik 3D serta pemboran eksplorasi dan infill drilling untuk memenuhi komitmen pasti 3 tahun pertama dan 3 tahun kedua kontrak bagi hasil.

Selain WK Tuban dan Ogan Komering, PHE juga akan melakukan proses alih kelola WK terminasi lain di tahun 2018, yaitu WK Southeast Sumatra (SES) dan North Sumatra Offshore (NSO) serta North Sumatra Block B (NSB).

“Setelah resmi dikelola PHE, kami akan segera merealisasikan sejumlah program untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas di kedua WK tersebut,” pungkas Gunung.

Sementara, Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin menyatakan, bahwa berbagai upaya akan dilakukan oleh PHE Tuban East Java untuk mencari cadangan dan meningkatkan produksi migas Blok Tuban. Setelah Lapangan Sukowati di Blok Tuban akan dikelola oleh Pertamina EP, PHE akan mengelola lapangan-lapangan lain di Blok Tuban, seperti Mudi, Sumber, dan Lengowangi.

“Berdasarkan rencana kerja yang telah disusun PHE Tuban East Java, Kami akan melakukan well services, work over, serta study GGR,” ujar Afif.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

20 Pembangkit Listrik EBT Tambah Kapasitas Listrik di Sumatera Barat

MigasReview, Agam - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan 20 Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) yang terdiri dari 17 Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpadu (PLTS) dan 3 Pembangkit Listrik…