MigasReview, Agam - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan 20 Pembangkit Listrik Tenaga Energi
Baru Terbarukan (PLT EBT) yang terdiri dari 17 Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Terpadu (PLTS) dan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang
tersebar di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Peresmian ini menambah
kapasitas listrik di Sumatera Barat sebesar 955 kilo Watt (kW) yang mengaliri
listrik bagi 2.710 Kepala Keluarga (KK), Kamis (24/05/2018).
Arcandra menjelaskan, pengembangan EBT dalam suatu daerah
harus disesuaikan dengan potensi yang paling mumpuni di daerah tersebut.
"Energi
terbarukan itu local wisdom, apa energi yang paling memungkinkan efisien yang
dikembangkan di suatu daerah, yang mana yang cukup salah satunya panas bumi,
ada juga PLTA, kita punya banyak, PLTMH, juga ada sungai sungai kecil,bisa
dibawah 1 MW, itu juga bisa dikembangkan,” paparnyaesdm.go.id.
Arcandra menuturkan, dengan penambahan kapasitas ini dia berharap
agar pembangkit listrik yang diresmikan tersebut dapat mendorong
kegiatan-kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
serta menjadi acuan investor PLT EBT lainnya untuk membangun energi listrik di
Provinsi Sumatera Barat. Pada akhir tahun 2017, tercatat Rasio Elektrifikasi
Provinsi Sumatera Barat tercatat sebesar 89,15%.
PLT EBT yang diresmikan merupakan hasil kegiatan Kementerian
ESDM pada Tahun Anggaran 2016 - 2017 dengan total nilai aset sebesar Rp 57 miliar,
dengan rincian sebagai berikut
- Kabupaten Pasaman, 2 Unit PLTMH dengan total kapasitas 125
kW yang melistrik 277 KK
- Kabupaten Pasaman Barat, 1 Unit PLTMH dengan kapasitas 50 kW
yang melistriki 155 KK
- Kabupaten Kepulauan Mentawai, 15 Unit PLTS Terpusat dengan
total kapasitas 700 kW yang melistrik 2.033 KK
- Kabupaten Solok, 1 Unit PLTMH dengan kapasitas 50 kW yang
melistriki 163 KK
- Kabupaten Solok Selatan, 1 Unit PLTS Terpusat dengan
kapasitas 30 kW yang melistriki 82 KK
Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE sepanjang tahun 2011 -
2017 telah melaksanakan pembangunan infrastruktur sebanyak tidak kurang dari
700 unit, dimana lebih dari separuh diantaranya merupakan pembangkit listrik
tenaga energi terbarukan. Pembangunan infrastruktur EBT ini ditujukan kepada
masyarakat yang berada di wilayah 4T yaitu terpencil, tertinggal, terdepan dan
terluar yang sangat sulit dijangkau oleh jaringan listrik PT PLN dan secara
keekonomian tidak menguntungkan.

Komentar