MigasReview, Jakarta – Dinamika harga minyak dan gas saat
ini tentunya akan mempengaruhi investasi di sektor hulu maupun hilir industri
minyak dan gas. Terlihat beberapa tahun belakangan ini, bahwa investasi
cenderung turun, meski sentimen pasar tetap optimis namun perlu berhati-hati.
Menurut O & G Operations Manager Black & Veatch International (BV) Eddy Karmana, dengan dinamika tersebut, adalah menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk mempertajam tingkat kompetensi dan mengidentifikasi peluang bisnis baru untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi normal yang baru.
Berikut penjelasannya kepada MigasReview.com
---
Saat ini, dengan layanan jasa dan produk yang dimiliki oleh BV, tantangan apa yang dihadapi pasar minyak dan gas atau energi?
Rendahnya harga minyak dan gas telah mempengaruhi investasi hulu dan hilir secara signifikan. Sentimen pasar tetap optimis, namun berhati-hati. Ini jelas terlihat pada investasi hulu yang cenderung menurun (bearish). Harga minyak dan gas juga mempengaruhi harga komoditas bahan kimia karena pabrik kimia di Amerika Serikat memanfaatkan shale gas dengan harga yang rendah.
Sementara pasar kembali menjadi stabil, Black & Veatch terus mengidentifikasi peluang bagi pelaku industri untuk mengoptimalkan pendapatan mereka melalui investasi yang pantas. Penandatanganan MoU dengan kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) dari China, TCC (ChinaTianchen Engineering Corporation), untuk bersama-sama memasarkan dan mengejar proyek infrastruktur gas, kimia dan pupuk merupakan salah satu peluang tersebut.
Apa yang ingin dicapai oleh BV dari pasar di sektor ini?
Black & Veatch sangat antusias dengan potensi pengembangan industri gas, kimia dan pupuk di Indonesia. Termasuk dalam membantu klien menjalankan proyek mereka dengan sukses dengan memonetisasi sumber daya yang belum dikembangkan, meningkatkan efisiensi pabrik yang telah beroperasi saat ini serta membangun pabrik baru dengan aman dan biaya yang efisien.
Selama hampir 50 tahun, kami telah menghadirkan solusi infrastruktur pembangkit listrik, transmisi, minyak, gas, dan air yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal, handal, dan berkelanjutan di Indonesia.
MoU ini akan mempercepat kemampuan kami untuk menghadirkan teknologi minyak dan gas yang kami miliki ke berbagai pasar di Asia melalui solusi EPC yang terkini secara teknis dan biaya yang efisien, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan di kawasan ini.
Dalam MoU tersebut, kedua perusahaan akan bekerja sama dalam mengembangkan peluang EPC di seluruh Asia termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, Myanmar, Bangladesh, Pakistan, Kazakhstan dan Tajikistan.
Kemitraan non-eksklusif ini memungkinkan untuk mengeksplorasi peluang-peluang yang ada di berbagai bidang termasuk pemrosesan gas alam, urea dan pemrosesan kimia lainnya, Sulfur Recovery Unit (SRU), dan teknologi Syngas dan Fischer Tropsch.
Bagaimana dengan persaingan pasar?
Teknologi yang kami miliki sendiri, membedakan Black & Veatch dari para pesaingnya. Selain itu, rekam jejak global kami untuk menyelesaikan proyek dengan aman, tepat waktu dan sesuai anggaran merupakan hal lain yang membuat kami dipercaya oleh klien. Dengan TCC, kami yakin kami memiliki proposisi EPC yang menarik.
Menurut Anda, bagaimana dengan dinamika perkembangan sektor ini di masa depan?
Sementara industri minyak dan gas berproses untuk menemukan ekuilibrium barunya, pelaku industri dapat mengambil kesempatan untuk mempertajam tingkat kompetensi inti mereka dan mengidentifikasi peluang bisnis baru untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi situasi normal yang baru.
---
Black & Veatch
telah berada di Indonesia sejak tahun 1969, memberikan solusi infrastruktur
pembangkit listrik dan transmisi, minyak, gas, dan air yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan lokal, handal dan berkelanjutan, yang dapat meningkatkan dan
mempertahankan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Komentar