Tahun ini, perlahan tapi pasti produksi Pertamina melalui
anak perusahaan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satunya berasal
dari peningkatan kinerja produksi Pertamina EP (PEP) di beberapa area
operasinya. Berikut penjelasan dari Presiden
Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf tentang kinerja salah satu anak
perusahaan hulu yang pada September lalu genap berusia 13 tahun ini.
Bisa dijelaskan
bagaimana kinerja Pertamina EP pada tahun ini?
Untuk triwulan III (September 2018), pencapaian yang telah
diraih oleh PEP, antara lain produksi minyak 78.225 BOPD terhadap target 83.000
BOPD atau sebesar 95% dan produksi gas mencapai 1.022 MMSCFD terhadap target
986 MMSCFD atau sebesar 104%. Untuk kinerja seismik 2D Own 680 terhadap target
s/d September 680 atau sebesar 100% dan seismik 3D Own 344 terhadap target s/d
September 481 atau sebesar 72%. Sedangkan Bor Eksplorasi Own sebanyak 6+3
terhadap target s/d September 11 atau sebesar 55%.
Dari pencapaian tersebut, realisasi pendapatan PEP sebesar
1.998 juta US$ dari target s/d September 1.813 juta US$ atau sebesar 110%
dengan laba bersih sebesar 508juta US$ dari target s/d September 364 juta US$
atau sebesar 140%.
Apakah pencapaian
tersebut sesuai degan target yang sudah ditetapkan?
Pada prinsipnya seluruh rencana kerja yang sudah disiapkan
relatif sudah tercapai, misalnya saja untuk produksi minyak 95%, sedangkan
untuk gas sebesar 104%. Sehingga apabila minyak dan gas di konversi menjadi Barrel Oil Equivalent adalah sebesar 101
%. Ini menjadi suatu motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja agar
memberikan hasil positif bagi pencapaian energi nasional. Ditambah lagi kinerja
keuangan yang sudah melebih target, kami bersyukur sudah mendapatkan hasil yang
positif bahkan melebih rencana kerja awal.
Adakah tantangan yang
dihadapi untuk mencapai target tersebut? Apa solusi yang dilakukan?
Tantangan yang dihadapi antara lain kondisi lapangan yang
sudah berumur dan fasilitas yang sudah relative tua sehingga membutuhkan
perawatan lebih. Upaya yang dilaksanakan dengan penerapan secondary recovery/EOR pada struktur prioritas dengan teknologi
tepat guna, melaksanakan pengeboran outstep,
optimalisasi lifting, serta minimalisasi low
& off ESP, fokus pelaksanaan current project dan melakukan percepatan
penyusunan Plan of Development
(POD/POFD), percepatan monetisasi struktur, meningkatkan reliability fasilitas
produksi dengan melalui peremajaan secara bertahap.
Bagaimana dengan
kinerja beberapa wilayah kerja terminasi yang tahun ini baru dialihkelolakan ke
Pertamina EP?
Alhamdulillah, untuk lapangan Sukowati yang sudah di
alihkelola kan pada tanggal 20 Mei 2018 mengalami kenaikan produksi, dari 6486
BOPD menjadi 9506 BOPD. Kami sangat mensyukuri pencapaian tersebut berkat kerja
keras dari seluruh tim.
Apa harapan Bapak
terkait dengan bisnis Pertamina EP ke depannya dalam menopang ketahanan energi
nasional?
Pertamina EP tentunya sebagai anak perusahaan PT Pertamina
(Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas
mempunyai tugas utama mencari sumber daya migas dalam rangka mendukung
ketahanan energi nasional mempunyai potensi yang sangat besar mengingat luasnya
wilayah kerja yang terdiri dari 5 aset dan 22 field.
Di ulang tahun ke 13 kami, ada beberapa hal yang menjadi
harapan kami. Pertama, produksi, kami berharap PEP dapat kembali berjaya
memberikan produksi sebesar 100.000 BOPD.
Kedua, safety,
tentunya seluruh kegiatan operasional yang berjalan harus menjunjung Health, Safety, Security, dan Environment agar seluruh pekerja dan
mitra setelah bekerja dapat kembali pulang dengan selamat serta berkumpul
dengan keluarga.
Ketiga, efisiensi, kami mempunyai target tentunya untuk
mencapai margin yang sudah dicanangkan dalam rencana kerja. Salah satu strategi
yang dijalankan adalah dengan menggiatkan efisiensi di bebagai lini.
Keempat, sustainability,
yaitu bagaimana kami menjaga agar perusahaan dapat terus running melalui peningkatan kapasitas regenerasi serta pengembangan
people development.
Selain itu seluruh kegiatan operasional yang berjalan
tentunya didukung oleh stakeholders terkait.
Maka kami senantiasa bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga
menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan sehingga dapat
memberikan nilai tambah untuk stakeholders.
Artikel ini telah tayang di Energia Weekly, No. 42 Tahun LIV, 15
Oktober 2018

Komentar