Guna membantu pemulihan pasca bencana gempa bumi di Lombok,
Nusa Tenggara Barat, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengirimkan tim Emergency, Preparedness & Response (EPR) dalam misi kemanusiaan ke Lombok. Tim yang
beranggotakan 6 orang ini berangkat pada Selasa pagi (07/08/2018) dari Bandara
Mozes Kilangin, Timika, menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Tim EPR PTFI yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini
beranggotakan tiga orang rescue specialist
(spesialis penyelamatan), satu orang dokter, dan dua orang perawat. Di Lombok,
tim EPR PTFI akan bergabung dengan tim lainnya di bawah koordinasi Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kami merespon inisiatif
KESDM yang mengkoordinasikan pengiriman tenaga-tenaga terlatih dari perusahaan
untuk membantu pemulihan pasca bencana,” papar Kepala Teknik Tambang PTFI Zulkifli Lambali.
Misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari kepedulian PTFI
terhadap kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia.
“Pengiriman tim
kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu proses penyelamatan dan evakuasi
saudara-saudara kita di Lombok yang saat ini Sedang memerlukan bantuan,” ujar Superintendent
Emergency Preparedness & Response PTFI Syahrir Muin.
Tim tanggap bencana KESDM mulai terlibat dalam penanganan
bencana berskala nasional sejak kejadian gempa bumi di Yogyakarta, pada tahun
2006. Tim tanggap bencana KESDM terbentuk pada tahun 2005 setelah pertemuan
Indonesian Fire & Rescue Challenge (IFRC) ke-9 di PTFI.
Selama ini, tim telah turut terlibat dalam membantu proses
evakuasi di lokasi bencana alam lainnya seperti Padang, Wasior, dan beberapa
lokasi bencana letusan gunung berapi di Indonesia.
Rencananya, tim EPR PTFI akan berada di lokasi bencana
selama 1-2 minggu, atau menyesuaikan dengan kebutuhan dan arahan tim tanggap
bencana KESDM di Lombok.

Komentar