Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
mengakomodasi perusahaan tambang dan migas membantu proses evakuasi korban
gempa bumi maupun rekonstruksi dan rehabilitasi. Kondisi ini didasari masifnya
kerusakan bangunan dan banyaknya para korban yang tersebar merata di Kabupaten
Lombok Utara.
"Kami sudah
mengoordinir Emergency Response Group (ERG) dari 22 perusahaan tambang yang ada
di pos," ujar Herlambang mewakili Direktorat Jenderal Mineral dan
Batubara (Minerba) saat memberikan laporan kepada Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) di lokasi pengungsian Lapangan Tanjung, Kabupaten Lombok Utaraesdm.go.id.
Tim ERG merupakan anggota dari tim pertambangan minerba di
seluruh Indonesia. Secara manajemen keselamatan, tim ini memiliki sistem
penanganan keselamatan tersendiri.
"Saat ada
kejadian gempa lombok, mereka bisa kami akomodasi untuk ikut membantu,"
jelas Herlambang.
Saat ini, tim ERG yang sudah bergabung memiliki kemampuan
mencari atau rescue sebanyak 118 orang, dokter 27 orang, paramedis 10 orang
serta 2 anjing pelacak.
"(Kerja) kami
memang hampir sama dengan Basarnas. Bedanya kami punya medis dan
paramedis," imbuh Herlambang.
Tim ERG akan terus bersiaga di wilayah bencana gempa Lombok,
Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mendirikan posko di Kabupaten Pemenang.
Pertolongan pertama pada korban gempa menjadi fokus utama Tim ERG. Hingga Sabtu (11/08/2018) siang, sudah 223 pasien dewasa, 42 anak-anak, 29 balita dan 14 ibu hamil
ditangani oleh mereka.
"Alhamdulillah
semuanya tertangani dengan selamat," ujar Herlambang.
Tim ERG sendiri sudah terbentuk sejak lama, sekitar tahun
2009. Tim ini dipersiapkan sebagai garda terdepan dari Tim ESDM Siaga Bencana
yang bertugas membantu proses evakuasi dan pengobatan para korban bencana alam.
"Tim ERG yang
berada di bawah naungan Kementerian ESDM terbagi dalam 3 tim, yaitu Tim Barat,
Tim Tengah dan Tim Timur. "Meskipun beda bendera (perusahaan), kami sudah
seperti keluarga sendiri. Satu komando di bawah ESDM," jelas salah satu
anggota tim dari PT Freeport Indonesia.
Di samping itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi
(SKK Migas) dan seluruh perusahaan migas Indonesia juga
turut berkontribusi dalam penanganan korban gempa Lombok ini.
"Alhamdulillah
sudah komitmen dari semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas menyumbang
sekitar US$134 ribu," ujar salah seorang perwakilan pegawai SKK Migas.
Bantuan ini akan diberikan dalam dua tahapan. Pertama, dalam
bentuk kebutuhan umum dan sebagainya, seperti relawan medis. Selanjutnya adalah
bantuan rekonstruksi fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Pantuan www.esdm.go.id yang
melihat langsung di lapangan, diperkirakan masih banyak korban yang belum dapat
dievakuasi atau ditangani. Hal ini mengingat keterbatasan relawan yang tidak
seimbang dengan luasnya kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa.
Deputi I BNPB Bernadius Wisnu mengungkapkan bahwa dampak
gempa bumi di Lombok Utara sangat masif, dengan total 80% desa-desa hancur.
"Kemungkinan
Presiden Joko Widodo juga akan membentuk tim khusus untuk menangani ini,"
ujar Wisnu.

Komentar