EMI-LEN Kolaborasi Kembangkan Baterai Lithium Untuk Mobil Surya

02 February 2015, Editor Cundoko

Ilustrasi. MOBIL BALAP TENAGA SURYA. Mobil bertenaga matahari (solar car) yang diberi nama " Sapu Angin Surya" buah karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) saat melakukan test drive, usai peluncuran mobil tersebut di halaman rektorat ITS, Sukolilo Surabaya, 24 Agustus 2013. Indonesia Press Photo/Bhakti Pundhowo
facebook
13
twitter
10
google+
0
linkedin
0

MigasReview, Jakarta - PT Energy Management Indonesia (Persero) (EMI) akan bekerjasama dengan PT LEN (Persero) untuk mengembangkan baterai lithium yang dapat digunakan pada mobil tenaga surya sebagai satu upaya penghematan energi.

Rencana tersebut akan direalisasikan dalam dua hingga tiga tahun mendatang dengan pembangunan pabrik baterai tersebut.

"Kami akan kerjasama dengan LEN untuk pembuatan baterai lithium. Hari ini baterai semacam itu masih mahal. Diharapkan dalam 2-3 tahun pabriknya bisa terbangun. Kami sekarang masih menyiapkan feasibility study," kata Direktur Utama PT EMI Aris Yunanto di kantornya, Jakarta, pekan lalu.

Menurut Aris, pengembangan mobil tenaga surya merupakan salah satu cara yang sangat tepat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus penghematan energi.

"Kami punya baterai lithiumnya, LEN punya mobil surya. Jadi nanti satu paket seperti handphone. Sudah ada komponen dan sudah ada baterainya. Jadi nanti tinggal menyerap matahari untuk menyimpan energi," tutur Aris.

Naikkan Rasio Elektrifikasi

Selain itu, EMI terus berusaha mendapatkan izin dari pemerintah untuk menempatkan panel-panel surya di sekolah-sekolah atau kantor-kantor kelurahan di area yang belum terelektrifikasi. Nantinya, setiap rumah tangga di sana akan dilengkapi denan baterai lithium.

"Baterai lithium ini bisa di-charge dengan terminal charging di sekolah atau di kelurahan. Tapi listriknya kan gratis karena dari matahari. Baterainya untuk satu rumah mungkin bisa menyalakan 3-6 enam lampu," ucap Aris.

Menurut Aris, terminal charging bisa dibuat banyak, bahkan hingga 50 titik. "Sekarang kami sedang mencoba mencari mitra untuk bisa mengembangkannya. Di dunia, baru Jepang dan Kanada yang punya seperti ini," imbuhnya.

Untuk itu Aris berharap, pemerintah mengalihkan subsidi listrik untuk memproduksi baterai yang kemudian dibagikan ke rumah-rumah yang tidak teraliri listrik.

Nantinya, EMI akan bermitra dengan beberapa investor atau BUMN lain yang bisa bersinergi dengan pelaku industri seperti PLN dan LEN. (aw)

 

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Penjualan Batubara Bukit Asam di 1Q2015 Naik 9%

MigasReview, Jakarta – PT Bukit Asam (Persero) Tbk mencatat kenaikan penjualan batubara sebesar 9 persen pada kuartal pertama 2015 menjadi 4,57 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu 4,21 juta ton. Kenaikan penjualan ini diimbangi dengan…