Head of Process Industry and Drives PT Siemens Indonesia Stefanus Arif

XHQ Operations Intelligence Software Optimalkan Kinerja Operasional Hulu Migas

31 August 2017, Editor Anovianti Muharti

Head of Process Industry and Drives PT Siemens Indonesia Stefanus Arif
Head of Process Industry and Drives PT Siemens Indonesia Stefanus Arif
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
1

MigasReview, Jakarta - Ratusan komputer, ribuan pengguna, jutaan rekaman, inilah lingkungan teknologi informasi (TI) dalam organisasi manufaktur industri pengolahan. Operasi dan sistem teknologi bisnis punya banyak tuntutan pada TI untuk menjaga operasional tetap dalam kendali sembari mengarsipkan catatan silsilah, menghitung indikator kinerja, serta menyimpan dan mendistribusikan laporan produksi.

Pada saat yang sama, sistem ini perlu menanggapi banyak pengguna yang memerlukan data dalam kombinasi, himpunan, dan konteks yang berbeda untuk membantu mereka membuat keputusan dengan cepat dan andal.

Mengumpulkan data operasional dan bisnis yang tepat dari banyak sistem yang berbeda serta menganalisisnya secara tepat waktu sangatlah penting. Tanpa hal tersebut, perusahaan dapat mengalami lebih banyak downtime, kehilangan kapasitas produksi, biaya yang tinggi, dan informasi yang salah atau tidak dapat diakses. Tantangan tersebut dijawab dengan XHQ Operations Intelligence Software.

Head of Process Industry and Drives PT Siemens Indonesia Stefanus Arif mengungkapkan, salah satu pengguna terbesar XHQ datang dari perusahaan minyak dan gas bumi(migas). Di Indonesia, aplikasi ini membantu dalam meningkatkan kecerdasan digital di sektor hulu migas. Terlebih, peranti lunak tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan operasional di pembangkit geothermal

Berikut penjelasannya kepada MigasReview.com

---

Bagaimana asal muasalnya terciptanya XHQ, dan bagaimana penerapannya?

Asal muasal terciptanya XHQ dimulai dari sektor energi terutama di bidang refinery. Sektor ini perlu meningkatkan operasionalnya dan mengurangi biaya produksi. XHQ juga dapat diterapkan di semua sektor industri karena melibatkan berbagai pabrik dan target bisnis. Contohnya dapat diterapkan di sektor petrokimia, kimia, pembangkit listrik, serta pertambangan pada bagian fleet management.

Apa manfaat dari XHQ Operations Intelligence, terutama untuk industri minyak dan gas bumi ataupun enegi?

XHQ mengumpulkan data secara real time, melakukan penganalisaan data, menampilkan data dalam dashboard dengan berbagai format kemudian dihubungkan dengan masing-masing bisnis Key Performance Indicator (KPI), dengan demikian dapat diprediksi kapan harus melakukan perawatan, mengantisipasi kerusakan yang mungkin terjadi, serta pengambilan keputusan secara cepat. XHQ ini telah terbukti mampu membantu peningkatan kinerja pelanggan, ia telah mampu mengurangi biaya operasi sampai 8%, meningkatkan utilitas hingga 9%, peningkatan kesiapan operasional sampai 2,5%, dan peningkatan produksi hingga 11%.

Bisakah Anda menceritakan kisah sukses terkait perangkat lunak ini?

Di Indonesia, beberapa operasional area sektor minyak dan gas sudah memakai XHQ, di sektor pembangkit geothermal di Jawa barat, XHQ juga telah diaplikasikan dan membantu meningkatkan aktivitas produksinya.

XHQ selama ini memang lebih banyak dipakai di sektor refinery. Lebih dari 30% refinery di dunia ini memakainya, termasuk kilang yang dimiliki oleh sebuah perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia. Di masa mendatang, kita menargetkan XHQ juga digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas lainnya di seluruh dunia.

Secara total, XHQ telah dipakai di lebih dari 600 lokasi di seluruh dunia, antara lain lebih dari 175 kilang besar, lebih dari 350 pabrik petrokimia/kimia, dan lebih dari 100 lokasi industri hulu migas.

Bagaimana standar keamanan peranti lunak ini?

Siemens mengaplikasikan konsep keamanan yang mendalam di industri seperti keamanan pabrik melalui access control, keamanan jaringan melalui firewall dan integritas antar sistem dengan sistem keamanan yang berlapis.

Apakah piranti lunak ini bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan?

XHQ bisa dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Tantangannya adalah setiap pelaku industri harus bisa mengidentifikasikan KPI bisnisnya, atau kita bisa berkolaborasi mengidentifikasikan titik-titik kerusakan (pain point) bersama dengan pelanggan kemudian mendefinisikan KPI dari bisnis pelanggan tersebut. Dengan adanya pemahaman mengenai KPI bisnis dari masing-masing pelanggan, XHQ dapat segera dikonfigurasikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan tersebut.

Apa tantangan untuk menjaring pelanggan peranti lunak XHQ di pasar Indonesia?

Tantangan di Indonesia adalah masih kurangnya kesadaran pelaku industri dengan produk-produk teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi produksinya, selain itu pemerintah juga perlu membantu meningkatkan pembangunan infrastruktur agar lebih siap dalam menggunakan beragam teknologi sehingga berbagai sektor industri juga siap menggunakan berbagai teknologi ini. Saat ini pertumbuhan industri terutama manufaktur di Indonesia sangat rendah, bahkan kontribusinya terhadap PDB (produk domestik bruto) terus menurun. Industri perlu menyadari adanya kebutuhan akan solusi yang bisa membantu mereka meningkatkan efisiensi sehingga bisa bersaing secara global.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Industri Minyak dan Gas Dalam Proses Menemukan Ekuilibrium Baru

migas review MigasReview, Jakarta – Dinamika harga minyak dan gas saat ini tentunya akan mempengaruhi investasi di sektor hulu maupun hilir industri minyak dan gas. Terlihat beberapa tahun belakangan ini, bahwa investasi cenderung turun, meski sentimen pasar tetap…