MigasReview, Jakarta - Delapan infrastruktur hilir minyak dan gas bumi milik PT Pertamina (Persero), diresmikan pengoperasiannya untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Peresmian dilakukan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja didampingi oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Peresmian dipusatkan di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/07/2015).
Keenam proyek tersebut meliputi proyek relokasi dan penambahan kapasitas storage Depot LPG Tanjung Priok, pipanisasi Avtur dari Terminal BBM Tanjung Perak-DPPU Juanda Surabaya, fasilitas filling station LNG plant 26 Bontang, 3 fasilitas pengisian bahan bakar Liquefied Gas for Vehicle (LGV) dengan merek dagang Vigas, dan dua unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Online.
Direktur Utama PT Pertamina Persero, Dwi Soetjipto, mengatakan bahwa kebutuhan pasokan gas di Indonesia saat ini memang belum bisa terpenuhi seluruhnya karena keterbatasan infrastruktur.
"Pengembangan infrastruktur adalah salah satu strategi yang menjadi prioritas Pertamina demi terbitnya kemandirian energi di Indonesia. Mudah-mudahan Pertamina akan terus menghasilkan langkah-langkah strategis untuk ke depannya nanti," kata Dwi.
Dirjen Migas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja sangat mengapresiasi terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh Pertamina untuk mendukung program-program pemerintah, mulai dari konversi Minyak Tanah ke LPG hingga saat ini konversi BBM ke bahan bakar gas.
“Pemerintah sangat berterima kasih kepada Pertamina yang terus-menerus membangun infrastruktur energi di Tanah Air karena projek-proyek infrastruktur yang diresmikan hari ini sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia sehingga menjadi manfaat dan memudahkan akses bagi masyarakat akan energi yang berkualitas dan ramah lingkungan ,” kata Wiratmaja. (FL)
Komentar