PT Freeport Indonesia Menerima Piagam Museum Rekor Dunia-Indonesia

09 January 2017, Editor Anovianti Muharti

facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

PT Freeport Indonesia (PTFI) hari ini (09/01/2017) menerima piagam rekor dunia dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk 3 (tiga) rumah ibadah yang didirikan di area operasionaltambang PTFI di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, serta rekor nasional untuk perusahaan tambang dengan program pengembangan dan pelatihan terlengkap bagi masyarakat lokal. Piagam MURI diserahkan oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana kepada Presiden Direktur Freeport Indonesia Chappy Hakim.

Piagam MURI yang diterima oleh PTFI kali ini adalah penghargaan untuk dua rekor dunia baru, yaitu: 1. Masjid dan Gereja dengan lokasi terdalam dari permukaan tanah (1.700 meter di bawah permukaan tanah), 2. Masjid yang terletak di elevasi tertinggi (3.730 meter di atas permukaan laut), serta satu rekor nasional, yaitu: Perusahaan tambang dengan program pengembangan dan pelatihan terlengkap bagi masyarakat lokal.

Presiden Direktur PTFI Chappy Hakim menyambut baik Piagam rekor dunia MURI yang diterima ini sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen PTFI dalam menyediakan fasilitas ibadah untuk mendukung kehidupan karyawan PTFI, termasuk bagi mereka yang bekerja di area pertambangan.

Masjid Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria yang berdiri berdampingan satu sama lain tersebut, terletak di titik terdalam dari permukaan tanah di kompleks tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia. Sementara, Masjid Al A’Raaf dengan elevasi tertinggi terletak di area tambang terbuka Grasberg, PT Freeport Indonesia. Tiga rumah ibadah ini kami bangun sebagai bentuk nyata komitmen PTFI untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi para karyawan di seluruh lokasi kerja mereka. Sebanyak lebih dari 95% dari 32.000 karyawan PTFI adalah putra-putri bangsa yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Sementara rekor ke-3 merupakan apresiasi terhadap komitmen PTFI dalam mendukung pengembangan masyarakat Papua. Bentuk nyata dari komitmen tersebut antara lain adalah hingga saat ini tercatat 11.704 materi pelatihan dan kompetensi di PTFI untuk masyarakat lokal, mulai dari program literasi, administrasi, pelatihan komputer, perawatan mekanis, perawatan listrik, bahasa, kepemimpinan, hingga keselamatan dan lingkungan. Selain itu PTFI juga melakukan pengembangan kompetensi bagi karyawan dan peserta pemagangan di Institut Pertambangan Nemangkawi yang dibangun PTFI sejak tahun 2003.

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Pertamina Resmikan 8 Proyek Infrastruktur Migas

migas review MigasReview, Jakarta - Delapan infrastruktur hilir minyak dan gas bumi milik PT Pertamina (Persero), diresmikan pengoperasiannya untuk mendukung kemandirian energi nasional. Peresmian dilakukan Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja…