MigasReview, Jakarta - Dalam rangka mengamankan pasokan bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Sulawesi Tengah pasca gempa bumi dan tsunami, Pemerintah mengerahkan bantuan penyangga BBM yang terdiri dari 24 mobil tangki Pertamina dari Pare-pare dan Tanjung Priok, 12.000 Liter Pesawat Air Tracktor, 30 dispenser portable, 6 mobile dispenser dan 70 operator SPBU dari Sulawesi dan Kalimantan.
"Bantuan
penyangga didatangkan untuk mengamankan pasokan BBM. Tim Tanggap Darurat ESDM
terus memantau perkembangan kondisi pendistribusian BBM di Palu, Sigi dan
Donggala pasca gempa dan tsunami," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan
Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi esdm.go.id.
Dia menguraikan, 24 mobil tangki Pertamina didatangkan untuk
membantu distribusi BBM di wilayah gempa, terdiri dari 8 mobil dari Terminal
BBM Pare-pare dan 16 mobil tangki dari Tanjung Priok.
"Selain itu
Pesawat Air Tractor yang mengangkut BBM Solar 3 kali kapasitas 4.000 liter,
diberangkatkan dari Kalimantan Utara, ada juga dispenser portable dan mobile
dispenser. Semoga bisa segera kembali normal," ungkap Agung.
Menurut dia, guna memenuhi pasokan BBM ini, PT AKR
Corporindo juga telah mengirimkan mobil tangki 8 KL dalam 2 kali pengiriman
dari TBBM Bitung. Begitu juga bantuan BBM dari PT Petro Andalan Nusantara dari
Bitung, PT Petro Perkasa Indonesia, PT Multi Trading Pratama dan PT Global
Artha Borneo diharapkan dapat mencukupi kebutuhan warga di Palu, Donggala dan
sekitarnya.
Sebelumnya, tim Pertamina MOR VII juga berhasil merapat di
Pelabuhan Pantoloan, Palu, pada Selasa (02/10/2018). Pertamina menugaskan tim
khusus yang beranggotakan sekitar 20 orang pekerja untuk fokus melakukan
perbaikan sarana dan fasilitas di Terminal BBM Donggala. Terminal BBM ini
merupakan fasilitas operasi Pertamina yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami
yang terjadi pada Jumat (28/09/2018) yang lalu.
Walaupun beberapa sarana fasilitas distribusi yang rusak
akibat bencana gempa dan tsunami, Pertamina telah berhasil mengoperasikan
Terminal BBM Donggala dan mendistribusikan BBM untuk kebutuhan masyarakat di
daerah terdampak bencana alam sejak hari Minggu (30/9) atau dua hari setelah
bencana alam. Jenis BBM yang disalurkan saat itu adalah Premium, Pertalite,
Pertamax, Solar dan Avtur.
VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menegaskan,
bahwa tim yang diturunkan merupakan tim gabungan dengan spesialisasi suplai dan
distribusi serta spesialisasi keselamatan kerja dan lidungan lingkungan yang
tentunya didukung dengan fungsi terkait lainnya. Tim ini difokuskan untuk memperbaiki
dan memulihkan infrastruktur yang ada di TBBM Donggala.
Tim ini direncanakan akan bekerja dalam waktu satu hingga
dua minggu ke depan untuk melakukan perbaikan sarana dan fasilitas TBBM
Donggala. Target utamanya adalah perbaikan jetty,
dermaga, dan storage tank serta
infrastruktur pendukung lainnya sehingga TBBM Donggala dapat beroperasi normal
kembali.
Teknis perbaikan yang akan dilakukan antara lain melakukan
penyedotan produk BBM yang ada di storage tank dengan cara manual karena sarana
untuk memompa produk BBM ke mobil tangki tidak berfungsi. Sistem pemompaan ini
dilakukan secara manual dengan sistem gravitasi. Upaya ini dilakukan agar
produk BBM dapat kita alirkan ke mobil tangki.
"Prioritas utama
adalah BBM dalam storage tank dapat didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan di
Donggala, Palu, dan sekitarnya," tandasnya.

Komentar