PT Pertamina International Shipping (PIS) merupakan anak
perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam bidang usaha pelayaran
dalam negeri. Seiring berjalannya waktu, PIS terus berkembang maju sebagai
upaya mendukung terwujudnya visi dan misi Pertamina menjadi perusahaan energi
kelas dunia. Berikut penjelasan Direktur Utama PT Pertamina International
Shipping Subagjo Hari Moeljanto.
Bisa dijelaskan bagaimana pencapaian kinerja PT Pertamina International Shipping (PIS) selama tahun 2017?
Bisnis PIS dimulai dengan spin off usaha charter out dari PT Pertamina (Persero) kepada PIS
pada 31 Mei 2017. Setelah itu, kemudian dilanjutkan dengan mulai beroperasi
kapal milik PIS yang terdiri dari 4 unit kapal Medium Range (MR) dan 1 Floating
Storage & Offloading (FSO) pada bulan Juni 2017. Lebih cepat dari
rencana semula, PT PIS mulai mendapatkan penugasan angkutan FOB migas dari
Pertamina pada bulan Agustus 2017. Pada akhir tahun 2017 PT PIS dapat
membukukan laba sebesar US$ 14.9 juta lebih besar daripada anggaran tahun 2017
sebesar US$ 1.4 juta.
Apa target kinerja PT Pertamina International Shipping tahun 2018?
Untuk tahun 2018, PIS memiliki target laba sebesar US$ 35
juta dengan pengembangan bisnis pada angkutan cargo Free on Board (FOB) Pertamina untuk cargo migas, crude, LPG dan LNG serta dalam
kepemilikan armada kapal tanker. Selain itu, PIS juga memiliki beberapa target
besar lainnya, seperti mulai memasuki pasar third
parties cargo pada pasar regional Asia serta menjaga pemenuhan SLA kepada
ISC.
Bagaimana upaya PT Pertamina International Shipping guna mencapai target tersebut?
Untuk dapat mencapai target yang ditetapkan, strategi PIS
adalah memasuki pasar untuk mendapatkan angkutan kargo Pertamina yang masih
dikelola oleh pihak lain/supplier dan
kargo untuk third parties. Selain itu
PIS juga melakukan investasi kapal milik untuk mendukung bisnis perusahaan.
Sampai dengan Triwulan I tahun 2018, bagaimanapencapaian kinerjanya?
Sampai dengan triwulan I tahun 2018, PIS mampu mendapatkan
kepercayaan dari Pertamina dalam mengelola angkutan cargo impor Pertamina. Hal ini dibuktikan dengan jumlah volume cargo yang dikelola oleh PIS meningkat
sehingga dapat mencapai target profit sebesar US$ 14.5 juta di triwulan I.
Adakah tantangan yang dihadapi dalam mencapai target yang telah ditetapkan? Dan bagaimana solusi dalam menghadapi tantangan tersebut?
Dalam menjalankan proses bisnisnya, tak jarang PIS
menghadapi sejumlah tantangan yang harus cepat kami tangani. Sebagai contoh
ialah permasalahan angkutan cargo oil milik Pertamina yang belum sepenuhnya
dikelola oleh PIS. Namun hal itu segera kami atasi, dengan cara tim PIS yang
secara intens selalu melakukan koordinasi dengan tim Pertamina (Persero),
terkait dengan jasa angkutan laut yang dapat diberikan dengan tetap menerapkan best practice di industri shipping sehingga dapat memberikan
pelayanan serta tarif terbaik kepada Pertamina. Selain itu, PIS berinvestasi
dalam menambah armada kapal milik untuk mendukung angkutan kargo Pertamina
sekaligus meningkatkan leverage untuk
memastikan ketersediaan kapal.
Kondisi pasar industri perkapalan dunia yang fluktuatif juga
salah satu tantangan yang dihadapi oleh PIS. Akan tetapi hal tersebut tak
menjadi alasan kami untuk menyerah. Dalam memenuhi kebutuhan kapal untuk
mendukung operasional bisnis angkutan laut, PIS mengoptimalkan kondisi pasar
dengan memperbanyak spot charter
kapal.
Tantangan lain yang kami hadapi adalah permasalahan
pendanaan untuk mendukung operasional maupun dalam pengembangan
bisnis/investasi perusahaan. Sebagai solusinya, PIS melakukan sinergi/kerja
sama dengan fungsi Keuangan Pertamina untuk mendapatkan pendanaan eksternal
yang lebih kompetitif termasuk juga menggunakan fasilitas national pooling dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Artikel ini telah tayang di Energia Weekly, No. 28 Tahun LIV, 9 Juli 2018

Komentar