Direktur Utama PT Nusantara Regas Moch. Taufik Afianto

Nusantara Regas Catat Kinerja Positif Hingga Triwulan II 2018

10 September 2018, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti | MigasReview.com
Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

PT Nusantara Regas terus menunjukkan prestasinya setelah berhasil meraih catatan kinerja positif hingga Triwulan II Tahun 2018. Berikut penuturan Direktur Utama PT Nusantara Regas Moch. Taufik Afianto kepada Energia

 

Bagaimana pencapaian kinerja Nusantara Regas hingga triwulan II tahun 2018 ini?

Nusantara Regas terus menunjukkan kinerja positif hingga triwulan II tahun 2018 ini. Penyaluran gas sudah mencapai 14,8 kargo, atau 32% di atas target TW II sebesar 11 kargo. Selain itu dari sisi operasi, tercatat plant availability factor (PAF) tercapai 96,4% sedangkan targetnya adalah 94,8%. Target PAF TW II memang relatif rendah karena ada pelaksanaan turn around (TA) di bulan Juni. Meski demikian, pencapaian PAF TW II masih di atas target dan akhir tahun 2018 kami optimis realisasi PAF bisa mencapai level 97-98%. Pencapaian positif ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid di internal NR dan keberhasilan customer intimacy kepada konsumen.

 

Adakah pengembangan bisnis lain yang akan dilakukan oleh Nusantara Regas?

Saya menyemangati dan sudah menyosialisasikan secara intens ke teman-teman di Nusantara Regas bahwa saat ini Nusantara Regas sudah harus mempersiapkan diri untuk memasuki siklus kedua kehidupannya. Sebagaimana diketahui bawa siklus pertama kehidupan Nusantara Regas akan segera berakhir, dimana kontrak utama kami dengan PLN sebagai major customer akan berakhir pada tahun 2022. Untuk itu, kami harus melakukan seluruh persiapan yang diperlukan dimulai dari sekarang. Untuk itu kita sudah mulai menyusun satu proposal pengembangan bisnis komprehensif yang tetap kita akan kaitkan dengan sektor kelistrikan sebagai major customer, dan menambahkan potensi-potensi pasar di sektor industri serta membangun sinergi bisnis dengan sesama anak perusahaan di lingkungan Pertamina Group.

 

Bagaimana dengan rencana pembangunan LNG offloading skala kecil dan progress seperti apa?

Saat ini aktivitas utama Nusantara Regas adalah meregasifikasi LNG menjadi gas untuk selanjutnya kami kirim ke tiga pembangkit utama PLN di sistem kelistrikkan di Jakarta antara lain Muara Karang, Tanjung Priok, dan Muara Tawar. Sementara itu proyek offloading tersebut merupakan bagian dari upaya kami untuk diversifikasi jasa kepada customer. Dengan adanya fasilitas offloading ini, kami dapat melakukan proses transfer atau discharge LNG dari fasilitas Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) ke kapal LNG yang lebih kecil ataupun LNG skid tank (masih dalam bentuk LNG) dan selanjutnya membawa LNG tersebut ke lokasi customer yang relatif jauh dan terpencil. Kajian atas hal tersebut sudah dilakukan di beberapa tempat dan satu target pasar yang sekarang sedang kami fokuskan adalah IPP (Independent Power Producer) yang direncanakan dibangun di daerah Tulang Bawang, Lampung.

 

Adakah Kendala Yang Dihadapi Nusantara Regas Dalam Menjalani Proses Bisnisnya? Jika Ada, Bagaimana Solusi Mengatasinya?

Kendala utama yang kami hadapi sekarang adalah kita masih hanya memiliki satu major customer, yaitu power sector. Boleh dikatakan saat ini kami hanya memiliki satu revenue stream. Memang kami akui bahwa sektor kelistrikan mengonsumsi gas dalam volume yang relatif besar. Namun kami tidak ingin hanya berhenti di situ, kami terus mencoba mencari ataupun mengupayakan customer-customer lain di luar sektor kelistrikan. Sebagai contoh, kami akan coba menjalin kerja sama dengan rekan-rekan sesama anak perusahaan di dalam Pertamina Group untuk mendapatkan customer dari sektor industri. Hal itulah yang melatarbelakangi kenapa kami membangun fasilitas offloading tersebut di atas untuk mengantisipasi apabila ada customer dari sektor industri dengan karakteristik khusus antara lain lokasi jauh dan terpencil yang membutuhkan gas atau LNG fasilitas.

 

Terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018, apa kontribusi Nusantara Regas?

Terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018, kami di-challenge untuk dapat menjamin ketersediaan pasokan gas pada tingkat kapasitas terpasang fasilitas FSRU kami di angka 500 mmscfd. Sebagaimana diketahui selama ini operasi fasilitas kami selalu disesuaikan dengan serapan yang ada dari PLN, yaitu berada pada kisaran serapan gas di angka 200 hingga 250 mmscfd. Selama penyelenggaran Asian Games, kami dituntut untuk siaga satu dalam arti siaga setiap saat apabila diperlukan serapan gas hingga mencapai tingkat kapasitas terpasang di angka 500 mmscfd. Masa siaga kami sejak bulan Juli hingga Oktober 2018.

 

Apa harapan bagi Nusantara Regas ke depannya?

Tentunya kami sangat berharap bahwa fasilitas Nusantara Regas tetap dapat memberikan kontribusi atas pasokan gas kepada sistem kelistrikan di Jakarta terutama sampai 20 hingga 25 tahun ke depan, di samping itu juga dapat menjadi entry point pasokan gas dan/atau LNG bagi pemenuhan kebutuhan industri di Jawa bagian barat. Kami memiliki lokasi fasilitas yang sangat strategis, tepat di mulut demand gas. Fasilitas kami juga sudah terhubung dengan jaringan pipa gas yang dimiliki/dikelola oleh sesama anak perusahaan di lingkungan Pertamina Group. Oleh karenanya, kami juga sangat berharap bahwa seluruh stakeholder terkait mendukung dan memahami arti dari strategis dari fasilitas ini serta mengoptimalkan pemanfaatannya. Terlebih lagi fasilitas ini juga sudah termasuk dalam salah satu kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas)

 

Artikel ini telah tayang di Energia Weekly, No. 37 Tahun LIV, 10 September 2018

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Upaya Produksi Pertamina EP Bangkit Lagi Tembus 100 Ribu BPOD

Tahun ini, perlahan tapi pasti produksi Pertamina melalui anak perusahaan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satunya berasal dari peningkatan kinerja produksi Pertamina EP (PEP) di beberapa area operasinya. Berikut penjelasan dari Presiden…