PIEP Siap Bersaing di Industri Migas Global

24 September 2018, Editor Anovianti Muharti

Oppie Muharti | MigasReview.com
Oppie Muharti | MigasReview.com
facebook
10
twitter
google+
0
linkedin
0

Tahun 2018 merupakan tahun bersejarah bagi PT Pertamina Internasional EP (PIEP). Di tahun ini, PIEP sukses melakukan pengeboran perdananya di lapangan Menzel Lejmet North (MLN) Aljazair. Hal ini menunjukan bahwa Pertamina semakin siap memasuki persaingan industri migas global. Berikut penjelasan Presiden Direktur Pertamina Internasional EP (PIEP) Denie S. Tampubolon kepada Energia terkait hal tersebut.

 

Bisa dijelaskan sejarah lapangan Menzel Lejmet North (MLN) di Aljazair sebelum dikelola oleh Pertamina?

Sebelum Pertamina Internasional EP (PIEP) mengoperasikan lapangan MLN bagian dari blok 405A yang berada di Aljazair, blok itu sebelumnya dioperasikan oleh Conoco Philips. Dimana Conoco Philips ber-partner dengan Talisman.

Setelah Pertamina mengambil alih dari Conoco Philips, kami sebagai operator yang kemudian bermitra dengan Repsol.

Tidak hanya lapangan MLN yang PIEP operasikan sendiri, di blok 405A Pertamina juga memegang partisipasi interest lapangan unitisasi lainnya, yakni lapangan unitisasi Ourhoud dan El Merk. Namun yang fokus kami kerjakan operasikan adalah lapangan MLN.

 

Sejak kapan PIEP mulai lakukan pengeboran di blok 405A serta mengapa PIEP memilih lapangan MLN untuk kegiatan operasinya?

Pertamina mengambil alih blok 405A termasuk lapangan MLN dari Conoco Philips itu sekitar pertengahan tahun 2013. Setelah itu, PIEP terus berupaya mengoptimalkan pengembangan lapangan dengan tujuan untuk menggenjot produksi migas. Hingga pada akhirnya di tahun 2018 ini kami mulai mengembangkan lapangan tersebut yang ditandai dengan pengeboran sumur pertama kita yang berada di lapangan MLN.

Kami memilih lapangan MLN karena kami melihat lapangan ini masih memiliki potensi cukup besar. Masih ada peluang-peluang untuk meningkatkan produksi lebih lanjut, baik itu perluasan lapangan maupun peluang untuk mengambil lapisan-lapisan di lapangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

 

Teknologi apa yang digunakan dalam pengeboran tersebut?

Untuk lapangan MLN ini karena memang sudah zamannya, tentunya kami menggunakan teknologi yang paling mutakhir untuk mengerjakan lapangan MLN ini. Untuk pengeboran kita menggunakan rig-rig yang fully automatic. Kalau untuk menggerakan dan mengendalikan sudah pakai peralatan canggih dan sebagainya. Prinsipnya kami menggunakan peralatan-peralatan dan teknologi yang paling mutakhir.

 

Adakah kendala yang dihadapi dalam kegiatan operasional di lapangan MLN?

Kendalanya tipikal kendala di operasi. Bahwa kami sebenarnya menginginkan pemboran itu bisa kita mulai lebih awal sekitar bulan Febtuari 2018.

Namun, karena adanya kendala operasi dan pengadaan peralatan termasuk rig dan material, ini memang rencana kami sedikit tertunda. Hal ini harus dipahami.

mengingat bahwa MLN ini berlokasi di negeri yang cukup jauh. Sehingga koordinasi dan lain sebagainya harus dilakukan teman-teman di Aljazair. Selain itu, letak lapangan MLN yang berada di tengah-tengah Gurun Sahara yang berjarak ratusan kilometer dari base operation kami. Namun, pada akhirnya kami bersyukur karena pada akhirnya bisa mulai operasi pemboran itu di bulan Juni 2018.

 

Dari 11 negara wilayah kerja dari PIEP, kontribusi terbesar datang dari lapangan mana?

Aset-aset PIEP yang tersebar di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Afrika memberikan kontribusi produksi minyak dan gas yang paling besar bagi PIEP secara keseluruhan. Untuk di kawasan Asia, asset PIEP terdekat saat ini berada di Malaysia. Selain itu, kami juga memiliki participating interest di Irak, dengan Exxon sebagai operatornya. PIEP juga dipercaya untuk mengelola kepemilikan saham di sebuah perusahaan terbuka yang ada di Perancis, yakni Maurel & Prom.

Misalnya sampai dengan saat ini, angka produksi minyak dan gas itu sekitar di atas 150 ribu oil equivalent per hari. Jumlah ini termasuk yang kita peroleh melalui partisipasi yang ada di Maurel & Prom.

Dari kawasan Afrika, memiliki kontribusi sekitar 79 ribu barrel oil equivalent per hari, untuk produksi minyak dan gas. Sementara di Irak, partisipasi PIEP terbilang kecil, hanya 10% atau sekitar 45 ribu barel per hari. Malaysia juga tidak kalah penting, dari Malaysia kontribusi kita itu sekitar 33 ribu barrel oil equivalent per hari. Semua penting dan besar bagi PIEP.

 

Apakah upaya PIEP untuk meningkatkan jumlah produksi?

Semua aset itu sama, isunya bagaimana kita harus melawan decline alamiah. Salah satu cara bagi perusahaan minyak dan gas sebagai upaya untuk mengatasi adanya penurunan alamiah adalah dengan mengoptimalkan dan menjaga produksi lapangan-lapangan yang masih produktif. Selain itu, kami juga melakukan pengeboran pengembangan maupun upaya-upaya lainnya untuk menahan decline alamiah lapangan yang ada.

Selain untuk menahan decline agar tidak terlalu tajam, dengan melakukan pengembangan lapangan-lapangan baru juga bertujuan untuk bisa menambah produksi dan terus melakukan eksplorasi.

Sebagai contoh, untuk lapangan MLN, supaya tidak terus turun produksinya kita merencanakan pengembangan, pengeboran sumur baru yang tidak hanya sekedar mengurangi penurunan produksi tapi akan bisa meningkatkan produksi.

Memang itulah nature-nya sebagai perusahaan minyak operating company, melakukan kegiatan optimasi produksi, melakukan pengembangan, dan juga melakukan eksplorasi. Beda halnya dengan yang terjadi di Irak. Untuk di Irak sendiri, justru produksinya terus meningkat. Jadi kami belum mengalami penurunan produksi disana.

 

Bagaimana dengan kinerja PIEP di Semester I tahun 2018 ini?

Sampai dengan Juni 2018, secara umum produksi kami secara operasional sangat baik. Kita bisa mencapai target produksi minyak dan gas (103% dari target). Harga minyak yang kian membaik di beberapa bulan terakhir juga ikut memberikan pengaruh positif hingga berdampak pada pencapaian profit kami. Secara persentase, dalam setengah tahun ini saja sudah hampir mencapai target yang kita perkirakan untuk setahun.

 

Apakah pencapaian tersebut sudah sesuai dengan target RKAP?

Kami masih mengharapkan suasana kinerja operasi dan lingkungan harga minyak dunia mendukung untuk investasi kita secara seimbang. Sehingga target RKAP kita bisa tercapai tahun ini. Kalau investasi RKAP saat ini sudah hampir 60% dari target kita yang untuk setengah tahun.

 

 

Artikel ini telah tayang di Energia Weekly, No. 39 Tahun LIV, 24 September 2018

Komentar

Artikel Lainnya ×
 
 
 
 
 

Nusantara Regas Catat Kinerja Positif Hingga Triwulan II 2018

PT Nusantara Regas terus menunjukkan prestasinya setelah berhasil meraih catatan kinerja positif hingga Triwulan II Tahun 2018. Berikut penuturan Direktur Utama PT Nusantara Regas Moch. Taufik Afianto kepada Energia   Bagaimana pencapaian kinerja…